Film X-Men Kini Dipegang Marvel Studios, Mantan Produser Siap Dilibatkan Kembali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kisah X-Men dari komik Marvel yang diadaptasi menjadi seri film sejak era 2000-an, diproduksi oleh 20th Century Fox. Barulah pada 2008 Marvel Studios mengembangkan sayapnya dengan film-film bertema Avengers di bawah Disney.

Namun setelah Disney membeli Fox pada 2019 lalu, hak cipta film X-Men otomatis dipegang oleh Marvel Studios. Rupanya tahapan ini membuat salah seorang produser film-film X-Men tak kuasa menahan komentarnya.

Simon Kinberg, produser film-film X-Men yang juga sutradara X-Men: Dark Phoenix, baru-baru ini menyampaikan kesannya ketika waralaba film yang pernah ditanganinya sudah berpindah tangan.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mengaku Tertarik

Produser seri film X-Men, Simon Kinberg dalam konferensi pers Logan di Festival Film Internasional Berlin 2017. (Maximilian Bühn via Wikimedia Commons)
Produser seri film X-Men, Simon Kinberg dalam konferensi pers Logan di Festival Film Internasional Berlin 2017. (Maximilian Bühn via Wikimedia Commons)

Dalam wawancara bersama cbr.com belum lama ini, Simon Kinberg menyiratkan masih berat untuk melepas X-Men. Namun ia mengaku tertarik dengan bagaimana Marvel Studios nantinya akan membangun karakter-karakter yang menyorot para mutan itu.

"Tetapi ada juga bagian dari diri saya yang merasa sangat tertarik untuk melihat apa yang akan mereka lakukan dengannya. Untuk membuatnya berbeda jika saya bukan bagian darinya, atau bahkan jika saya adalah bagian darinya," ujar Simon Kinberg, kepada cbr.com, melansir dari comicbook.com.

Bahas Kilas Balik X-Men

Foto film trilogi X-Men (20th Century Fox via comicbookresources.com)
Foto film trilogi X-Men (20th Century Fox via comicbookresources.com)

Melanjutkan pernyataannya, Kinberg menyamakan waralaba film ini seperti panggung teater. Ia lalu menyampaikan kilas balik dari konsep yang pernah digunakannya.

"Tidak terdengar bombastis, tapi sedikit seperti Shakespeare, di mana jutaan orang telah memainkan Hamlet. Ada banyak versi Hamlet yang menarik," terangnya.

"Saya sendiri mulai dengan pemeran X-Men asli dan kemudian masuk ke pemeran First Class dan lalu menggabungkan mereka dalam sebuah film dan memisahkan kembali dan melakukan sesuatu yang sangat berbeda dengan Logan dibandingkan yang kami lakukan dengan Wolverine dan waralaba alur waktu utama X-Men," sambungnya.

Hal yang Membedakan

Kinberg pun menyampaikan sekilas mengenai hal-hal apa saja yang bisa membedakan X-Men versi Marvel Studios dengan versinya terdahulu.

"Jadi, ada begitu banyak cara berbeda yang bisa kau lakukan secara penggambaran dan pemilihan pemain yang bijaksana," ia menyampaikan.

"Saya senang melihat apa yang mereka lakukan," lanjut Kinberg, merujuk pada penjelasan produser sekaligus bos Marvel Studios, Feige, saat membahas X-Men versi baru nanti.

Tak Terlalu Berharap

Meskipun begitu, Kinberg mengaku tak terlalu mengharapkan apapun terhadap waralaba X-Men versi Marvel Studios. Namun, ia mengaku terbuka bila ada tawaran untuk terlibat lantaran kagum dengan pencapaian Marvel Studios sejak Iron Man hingga yang terbaru adalah Shang-Chi.

"Saya tidak memiliki harapan untuk apa yang mereka lakukan. Saya tahu itu akan keren karena semua yang mereka lakukan keren dan cerdas dan sangat dipikirkan dengan baik," ia mengatakan.

"Sebagai penggemar komik dan sebagai penggemar film Marvel, saya benar-benar tidak sabar. Jadi ya, saya pasti akan terbuka untuk terlibat. Jika tidak, saya akan berada di urutan terdepan dan sangat bersemangat untuk melihat apa yang mereka lakukan," Simon Kinberg menandaskan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel