Filosofi dan 5 Gambar Rumah Adat Jawa Tengah

·Bacaan 8 menit
Filosofi dan 5 Gambar Rumah Adat Jawa Tengah
Filosofi dan 5 Gambar Rumah Adat Jawa Tengah

RumahCom – Banyak rumah adat yang berasal dari Jawa Tengah tetap mencerminkan identitasnya hingga kini. Saat ini rumah adat hanya bisa Anda jumpai di sejumlah desa-desa di Jawa Tengah. Meskipun sudah jarang dijadikan tempat tinggal tetapi rumah adat bisa dijadikan konsep menarik dalam hunian modern dengan menonjolkan nilai budayanya.

Sebenarnya, rumah adat Jawa Tengah tidak hanya Rumah Joglo. Mengutip dari Perpustakaan Nasional, ada 4 bentuk rumah adat Jawa Tengah yaitu Panggangpe, Kampung, Limasan, dan Joglo. Namun diantara keempatnya, bentuk Joglo memang lebih populer dibandingkan dengan bentuk lainnya.

Singkatnya, rumah Joglo dulunya merupakan simbol status sosial dan hanya dimiliki oleh orang-orang yang mampu. Bentuknya bujur sangkar dengan empat pokok tiang di tengahnya. Tiang tersebut dinamakan saka guru. Bahan-bahan untuk membuat Joglo memang lebih mahal dan lebih banyak.

Selain membutuhkan biaya, waktu yang diperlukan juga cukup banyak. Sehingga anggapan rumah Joglo hanya boleh digunakan oleh bangsawan, raja, dan pangeran pun berkembang. Sementara masyarakat dengan penghasilan rendah biasanya akan membuat rumah Panggangpe, Limasan, atau Kampung yang lebih hemat biaya dan waktu.

Sekarang, rumah Joglo dapat dimiliki oleh berbagai kalangan. Bahan-bahan yang lebih variatif dengan harga terjangkau sudah banyak dipasarkan. Hal tersebut membuat pembuatannya menjadi lebih murah dibandingkan dahulu kala. Namun kalau soal desain, rumah Joglo sendiri tidak boleh sembarangan.

Buat Anda yang sedang mencari inspirasi rumah adat dalam desain hunian, tak ada salahnya mempertimbangkan gaya dan ciri rumah adat Jawa Tengah. Berikut ulasannya.

  1. Filosofi Rumah Adat Jawa Tengah

  2. 5 Gambar Rumah Adat Jawa Tengah dan Penjelasannya
    1. Rumah Adat Limasan
    2. Rumah Adat Joglo
    3.Rumah Adat Kampung
    4. Rumah Adat Panggangpe
    5. Rumah Adat Tajug

  3. Tips Menerapkan Gaya Rumah Adat Jawa Tengah di Rumah Modern
    1. Penggunaan Atap Tradisional
    2. Gebyok Sebagai Partisi
    3. Elemen Batu Bata Merah
    4. Alami dengan Kayu Ekspos

Cara Mudah Mengecek Legalitas Tanah
Cara Mudah Mengecek Legalitas Tanah

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum dan Pajak Properti

Cara Mudah Mengecek Legalitas Tanah

1. Filosofi Rumah Adat Jawa Tengah

Rumah adat Jawa Tengah tidak mempunyai kamar demi sebuah tradisi. Sumber: Pinterest
Rumah adat Jawa Tengah tidak mempunyai kamar demi sebuah tradisi. Sumber: Pinterest

Rumah adat Jawa Tengah tidak mempunyai kamar demi sebuah tradisi. Sumber: Pinterest

Salah satu warisan bernilai historis tinggi yang masih bisa Anda jumpai adalah bangunan rumah tinggal yang tersebar di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dua kata untuk menggambarkannya adalah sederhana dan bersahaja.

Melansir laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, rumah adat Jawa Tengah tidak mempunyai kamar demi sebuah tradisi yang sering mengadakan upacara adat yang mengikutsertakan banyak orang. Ketidakberadaan kamar juga telah membentuk karakter orang Jawa yang berjiwa sosial.Hal ini juga menjadikan rumah ini memiliki ruang terbuka yang disebut pendopo. Bukan hanya bisa menampung banyak orang, ruang terbuka ternyata juga memberi kontribusi dalam aspek kenyamanan yaitu dalam hal mengatasi suhu panas ciri khas negara tropis.

Bentuk atap pendopo yang lebar dan didukung oleh keberadaan ruang transisi (teras) serta halaman yang ditumbuhi pepohonan menjadikan suhu yang sangat sejuk.

Sementara menurut Perpustakaan Nasional, masyarakat Jawa juga sangat percaya bahwa gunung adalah sebuah simbol yang sakral. Menurut mereka, gunung adalah tempat tinggal para dewa. Karena itulah, dua tajug dipilih sebagai bentuk atap rumah adat Jawa Tengah. Atap rumah Joglo disangga oleh empat pilar utama yang disebut Saka Guru. Pilar-pilar tersebut merupakan representasi dari arah mata angin yaitu timur, selatan, utara, dan barat.

2. 5 Gambar Rumah Adat Jawa Tengah dan Penjelasannya

Dua kata untuk menggambarkan karakteristik rumah adat jawa tengah adalah sederhana dan bersahaja. Sumber: Pinterest
Dua kata untuk menggambarkan karakteristik rumah adat jawa tengah adalah sederhana dan bersahaja. Sumber: Pinterest

Dua kata untuk menggambarkan karakteristik rumah adat jawa tengah adalah sederhana dan bersahaja. Sumber: Pinterest

Indonesia sebagai negara dengan beraneka ragam budaya tercermin dari setiap daerah yang memiliki karakteristiknya masing-masing. Selain kesenian dan bahasa daerah yang berbeda, setiap wilayah di indonesia juga memiliki rumah adat tradisional. Kali ini, artikel dari Rumah.com secara khusus membahas rumah adat Jawa Tengah. Cari tahu, yuk!

1. Rumah Adat Limasan

Limasan sendiri memiliki beberapa jenis dengan desain yang cukup berbeda antara satu jenis dan jenis rumah lainnya. Sumber: Medium
Limasan sendiri memiliki beberapa jenis dengan desain yang cukup berbeda antara satu jenis dan jenis rumah lainnya. Sumber: Medium

Limasan sendiri memiliki beberapa jenis dengan desain yang cukup berbeda antara satu jenis dan jenis rumah lainnya. Sumber: Medium

Rumah adat limasan memiliki bangunan berbentuk persegi panjang atau lebih tepatnya bentuk limas. Bangunan Limasan memiliki empat buah atap, dua atap kejen serta buah atap bronjong. Bentuk dari atap kejen yaitu segitiga sama kaki. Setelah beberapa kali mengalami pengembangan, terdapat emper-emper di sisi.

Sementara itu, atap bronjong memiliki bentuk jajar genjang sama kaki. Limasan sendiri memiliki beberapa jenis dengan desain yang cukup berbeda antara satu jenis dan jenis rumah lainnya. Jenis rumah tradisional ini memiliki banyak ragam serta kelebihan. Salah satu kelebihannya adalah bagian atap rumah yang mampu meredam gempa.

2. Rumah Adat Joglo

Selain bentuk atap bertingkat, salah satu hal yang menjadi ciri khas dari rumah Joglo adalah bentuk atapnya. Sumber: Pinterest
Selain bentuk atap bertingkat, salah satu hal yang menjadi ciri khas dari rumah Joglo adalah bentuk atapnya. Sumber: Pinterest

Selain bentuk atap bertingkat, salah satu hal yang menjadi ciri khas dari rumah Joglo adalah bentuk atapnya. Sumber: Pinterest

Pemberian nama Joglo pada rumah adat Jawa Tengah ini penuh dengan makna. Kata Joglo diambil dari kata “tajug” dan “loro”. Makna dari kata tersebut adalah penggabungan dua tajug. Atap rumah Joglo memang berbentuk tajug yang menyerupai gunung.

Awalnya rumah joglo adalah bentuknya bujur sangkar dengan empat pokok tiang di tengahnya. Tiang tersebut dinamakan saka guru. Kemudian untuk menopang tiang tersebut digunakan blandar bersusun yang bernama tumpang sari. Seiring perkembangan zaman, ada tambahan-tambahan ruang di dalam rumah Joglo tersebut. Namun, dasar rumahnya tetap berbentuk persegi.

Selain bentuk atap bertingkat, salah satu hal yang menjadi ciri khas dari rumah Joglo adalah bentuk atapnya. Atap rumah joglo yang merupakan perpaduan dari dua bidang atap segitiga dengan dua bidang atap trapesium. Di atap-atap tersebut memiliki sudut kemiringan yang berbeda. Atap Joglo selalu terletak di tengah-tengah dan diapit oleh atap serambi.

3. Rumah Adat Kampung

Rumah kampung merupakan jenis rumah adat yang dimiliki oleh masyarakat biasa. Sumber: Medium
Rumah kampung merupakan jenis rumah adat yang dimiliki oleh masyarakat biasa. Sumber: Medium

Rumah kampung merupakan jenis rumah adat yang dimiliki oleh masyarakat biasa. Sumber: Medium

Bentuknya mirip dengan dua Rumah Panggangpe yang disatukan. Salah satu ciri khasnya adalah keberadaan dua teras rumah di depan dan di belakang. Jenis rumah adat ini masih bisa ditemui di masyarakat hingga saat ini meskipun kadang sudah dimodifikasi dengan model baru yang lebih modern.

Rumah kampung merupakan jenis rumah adat yang dimiliki oleh masyarakat biasa. Bangunan pokok dari rumah ini memiliki tiang penyangga dengan jumlah yang bisa dibuat memanjang sesuai keinginan pemilik rumah.

Tip Rumah

Rumah adat Jawa Tengah tidak hanya telah menginspirasi arsitek Belanda untuk menjadikan bangunan lebih terbuka sehingga tetap sejuk di iklim tropis. Namun ketidakberadaan kamar juga telah membentuk karakter orang Jawa yang berjiwa sosial./property-tip]

4. Rumah Adat Panggangpe

Rumah ini sebagian besar terbuat dari kayu dan genting dengan keaslian bangunan yang belum tercat. Sumber: Dosen Pendidikan
Rumah ini sebagian besar terbuat dari kayu dan genting dengan keaslian bangunan yang belum tercat. Sumber: Dosen Pendidikan

Rumah ini sebagian besar terbuat dari kayu dan genting dengan keaslian bangunan yang belum tercat. Sumber: Dosen Pendidikan

Bangunan rumah adat Jawa Tengah ini memiliki empat atau enam tiang, dengan separuh tiang yang berada di depan dan sengaja dibuat lebih pendek dari tiang bagian belakang. Rumah Pe merupakan salah satu rumah mayoritas penduduk Jawa Tengah pada zaman dahulu. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga digunakan sebagai tempat untuk berjualan yakni warung atau kios.

Rumah ini sebagian besar terbuat dari kayu dan genting dengan keaslian bangunan yang belum tercat, warna coklat pun menjadi warna dominan dari rumah adat ini sendiri. Selain itu jagak dalam bahasa jawa yang berarti sebuah pondasi agar rumah berdiri dengan kokoh dan tembok yang terbuat dari kumpulan kayu yang terbentang dengan ukiran rapi.

Rumah adat Panggangpe banyak ditemukkan di daerah Yogyakarta bahkan di rumah- rumah warga yang masih bernuansa zaman dahulu, selain rumah adat joglo yang begitu dominan di Yogyakarta.

5. Rumah Adat Tajug

Contoh rumah tajug yang masih bisa ditemui hingga saat ini adalah bangunan Masjid Agung Demak Sumber: Medium
Contoh rumah tajug yang masih bisa ditemui hingga saat ini adalah bangunan Masjid Agung Demak Sumber: Medium

Contoh rumah tajug yang masih bisa ditemui hingga saat ini adalah bangunan Masjid Agung Demak Sumber: Medium

Rumah adat Jawa Tengah ini biasanya difungsikan sebagai tempat ibadah sehingga orang biasa tidak diperbolehkan membangun rumah jenis ini. Salah satu ciri khas rumah ini adalah bentuk atap yang runcing pada bagian ujung. Rumah tajug ada beberapa jenis, diantaranya adalah semar sinongsong, lambang sari, semar tinandhu, dan mangkurat.

Salah satu contoh rumah tajug yang masih bisa ditemui hingga saat ini adalah bangunan Masjid Agung Demak yang merupakan peninggalan Walisongo pada masa Kerajaan Demak.

3. Tips Menerapkan Gaya Rumah Adat Jawa Tengah di Rumah Modern

Siapa bilang menambahkan nuansa rumah adat Jawa Tengah membuat hunian  jadi terkesan kuno. Sumber: The Gorbalsla
Siapa bilang menambahkan nuansa rumah adat Jawa Tengah membuat hunian jadi terkesan kuno. Sumber: The Gorbalsla

Siapa bilang menambahkan nuansa rumah adat Jawa Tengah membuat hunian jadi terkesan kuno. Sumber: The Gorbalsla

Siapa bilang menambahkan nuansa rumah adat Jawa Tengah membuat hunian jadi terkesan kuno. Justru dengan menambahkan gaya tradisional ke hunian Anda membuatnya memiliki keunikan dan nilai estetis yang lebih tinggi. Terlebih pengaruh desain adat Jawa Tengah berasal dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Bukan kaleng-kaleng pastinya!

Menambahkan elemen rumah adat pada salah satu bagian rumah Anda justru memberikan suasana yang lebih rumahan untuk bersantai dan bersosialisasi dengan keluarga. Berencana ingin membangun rumah dengan mengadopsi gaya adat rumah Jawa Tengah? Pilihan tanah luas status hak milik di Jawa Tengah di link ini bisa menjadi rekomendasi Anda! Lalu apa yang bisa diaplikasikan dari rumah adat Jawa Tengah ke rumah bergaya modern?

1. Penggunaan Atap Tradisional

Bagian atap rumah joglo terbuat dari genteng dari tanah liat. Selain itu, masyarakat tradisonal juga menggunakan ijuk, jerami, atau alang-alang untuk membuat atap. Penggunaan bahan-bahan dari alam dengan atap yang tinggi membuat penghuni merasa sejuk dan nyaman untuk ditempati.

Sirkulasi udara di rumah joglo juga sangat baik. Atap yang dibuat bertingkat-tingkat juga menyimpan makna sendiri. Ketinggian atap joglo yang bertahap memiliki hubungan dengan pergerakan manusia dengan udara yang dirasakan olehnya sendiri.

2. Gebyok Sebagai Partisi

Gebyok berfungsi sebagai dinding atau penyekat antar ruang tamu dan ruang belakang yang dipakai sebagai ruang privasi. Pemanfaatannya kini berkembang mulai dari pintu gerbang, elemen interior di sebuah bangunan, dan hiasan semata. Yang menjadikan gebyok istimewa adalah tetap abadi di sepanjang masa.

3. Elemen Batu Bata Merah

Rumah yang dibangun dengan menggunakan batu bata merah yang kokoh mencontek gaya rumah limasan. Meski terlihat sederhana, tetap terlihat indah dan unik. Penggunaan bata merah mudah ditemukan bahan baku pembuatannya. Selain itu material bata merah juga memberikan estetika, filosofi dan segi-segi kepercayaan tradisional lainnya.

4. Alami dengan Kayu Ekspos

Bahan utama untuk membuat rumah adat Jawa Tengah lazimnya adalah kayu. Berbagai jenis kayu dapat digunakan untuk membuat rumah modern berpadu rumah adat joglo Jawa Tengah. Tanaman-tanaman yang biasa digunakan pada zaman dahulu adalah jati, sengon, dan batang pohon kelapa.

Kayu jati selalu menjadi primadona untuk dijadikan bahan utama dalam pembuatannya. Ketahanan, keawetan, dan kekuatan kayu jati membuat kayu jati menjadi pilihan pada saat itu. Rumah joglo yang terbuat dari kayu jati bahkan masih bisa bertahan hingga sekarang.

Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari tips beli rumah lelang bank yang bisa Anda ikuti dengan mudah!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya