Filosofi dan Sejarah Gapura Candi Bentar, Gerbang Rumah Adat Bali

·Bacaan 7 menit
Filosofi dan Sejarah Gapura Candi Bentar, Gerbang Rumah Adat Bali
Filosofi dan Sejarah Gapura Candi Bentar, Gerbang Rumah Adat Bali

RumahCom - Gapura Candi Bentar adalah salah satu bentuk keunikan dari arsitektur tradisional yang terdapat di provinsi Bali. Desain arsitekturnya yang khas, kaya akan ukiran dan patung seolah mencerminkan kehidupan masyarakat Bali dan kepercayaannya yang mereka anut. Setiap desain yang ada dibuat berdasarkan sebuah konsep yang ada sejak dulu kala dan konsep tersebut terus dipercaya dan diyakini hingga saat ini. Supaya Anda bisa lebih paham tentang filosofi dan sejarah dari Gapura Candi Bentar, artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Filosofi dan Sejarah Gapura Candi Bentar

  2. Gapura Candi Bentar Sebagai Gerbang Rumah Adat Bali

  3. Bangunan dan Keunikan Gapura Candi Bentar

  4. Fungsi Gapura Candi Bentar

    1. Sebagai Sekat Antar Bagian Area Tempat Suci

    2. Pelindung Penghuni Rumah

    3. Menyambut Rejeki

    4. Menambah Keindahan bagi Bangunan atau Rumah

Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik
Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum dan Pajak Properti

Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik

1. Filosofi dan Sejarah Gapura Candi Bentar

Setiap desain bangunan yang ada memiliki filosofinya masing-masing. (Foto: TripAdvisor)
Setiap desain bangunan yang ada memiliki filosofinya masing-masing. (Foto: TripAdvisor)

Setiap desain bangunan yang ada memiliki filosofinya masing-masing. (Foto: TripAdvisor)

Masyarakat tradisional Bali mengenal konsep yang dinamakan Tri Hita Karana yang artinya tiga penyebab keharmonisan. Konsep ini mengungkapkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama dan manusia dengan lingkungan.

Dalam mencapai keharmonisan tersebut, masyarakat tradisional Bali menerapkan filosofi Asta Kosala Kosali yang merupakan tatanan arsitektur bangunan rumah adat Bali. Penerapan Asta Kosala Kosali pada arsitektur di Bali, yang tertulis di dalam lontar Bhagawan Wiswakarma, tak lepas dari pengaruh Dahyang Nirartha, seorang tokoh pada masa Bali Aga.

Seusai kunjungan ekspedisi Gadjah Mada dari Majapahit ke Bali pada abad ke-14, Danghyang Nirartha menyebutkan bahwa Bhagawan Wiswakarma bagaikan seorang dewa arsitektur karena berhasil menyebarkan ilmu tentang Asta Kosala Kosali yang bermanfaat untuk memberikan kesejahteraan dan ketentraman kepada penghuni rumah adat di Bali.

Di dalam Asta Kosala Kosali tersebut disebutkan tentang penggunaan Candi Bentar sebagai pintu gerbang untuk masuk ke rumah, tempat umum dan tempat suci. Konon, Candi Bentar ini merupakan simbol pecahnya gunung Kailash tempat Dewa Siwa bertapa. Sehingga bentuknya terlihat seperti sebuah gunung yang terbelah menjadi dua.

Baca Juga: 9 Rumah Adat Kepulauan Riau, Ciri dan Filosofinya

2. Gapura Candi Bentar Sebagai Gerbang Rumah Adat Bali

 Budaya memberikan pengaruh yang kuat pada arsitektur rumah yang ada di Bali. (Foto: Pexels - Alesia Kozik)
Budaya memberikan pengaruh yang kuat pada arsitektur rumah yang ada di Bali. (Foto: Pexels - Alesia Kozik)

Budaya memberikan pengaruh yang kuat pada arsitektur rumah yang ada di Bali. (Foto: Pexels - Alesia Kozik)

Hampir di sepanjang jalan, Anda mungkin akan menjumpai Candi-Candi Bentar di depan rumah-rumah masyarakat di Bali. Candi bentar itu dipasang di depan rumah sebagai gerbang masuk ke rumah adat Bali. Tidak hanya rumah adat, bahkan rumah modern pun dibangun Gapura Candi Bentar yang dapat menambah estetika bangunan selain berfungsi untuk menjaga penghuni rumah.

Candi bentar merupakan dua bangunan kembar yang dibuat pada sisi kanan dan kiri pintu gerbang sebuah rumah. Bangunan ini biasanya berisikan ukiran-ukiran khas Bali. Selain itu, biasanya bentuknya tinggi dan meruncing ke atas. Hal itu dipercaya untuk memperoleh rahmat dari dewa air (Bhatara Wisnu) sebagai dewa pemelihara agar aliran rejeki untuk penghuni rumah adat lancar. Pada beberapa bangunan Candi Bentar ini juga terdapat lubang dimana masyarakat tradisional Bali akan menghaturkan sesajen dan canang setiap hari. Tujuannya untuk memberikan perlindungan secara niskala atau secara tak kasat mata.

Gapura candi bentar melukiskan kekayaan budaya Bali yang sangat terasa dari arsitektur bangunannya yang khas. Mau punya rumah dengan arsitektur bangunan yang kekinian di Sawangan dengan harga di bawah Rp500 jutaan? Cek pilihan rumahnya di sini!

Tip Rumah

Tertarik dengan keunikan Gapura Candi Bentar? Anda bisa membangunnya sendiri di rumah Anda supaya rumah terlihat menarik.

3. Bangunan dan Keunikan Gapura Candi Bentar

Canang sari dihaturkan oleh masyarakat tradisional Hindu di Bali pada pintu gerbang rumah. (Foto: Pexels - Artem Beliaikin)
Canang sari dihaturkan oleh masyarakat tradisional Hindu di Bali pada pintu gerbang rumah. (Foto: Pexels - Artem Beliaikin)

Canang sari dihaturkan oleh masyarakat tradisional Hindu di Bali pada pintu gerbang rumah. (Foto: Pexels - Artem Beliaikin)

Gapura Candi Bentar pada umumnya dibuat dengan bahan batu paras, namun juga bisa menggunakan bahan bangunan yang lainnya. Selain itu, batu bata juga bisa digunakan dan disusun sedemikian rupa untuk membentuk bentuk khas Candi Bentar Bali. Ada beberapa pengrajin bangunan yang mencetak semen dan pasir menjadi beberapa bagian gapura candi bentar dengan cetakan khusus, sehingga ketika disusun nanti dapat menjadi sepasang candi bentar yang kokoh.

Para perancang bangunan di Bali disebut dengan Undagi, dan sang Undagi inilah yang berperan dalam merancang bentuk dan ukiran yang ada di candi bentar. Jika bahan yang digunakan adalah batu paras, maka batu tersebut akan dipotong dan dibentuk agar memiliki ukiran-ukiran khas Bali.

Ukiran tersebut biasanya sering menggambarkan kehidupan masyarakat tradisional Bali yang mengandung simbol rwa bhineda yaitu dua hal yang selalu berdampingan, seperti yin dan yang, yakni sisi baik dan sisi buruk kehidupan untuk menjaga keseimbangan alam. Pada ukiran di candi bentar juga disisipkan aksara Ang dan Ah dalam aksara Bali. Aksara Ang bermakna angkasa atau ayah, dan Ah bermakna perthiwi yaitu ibu, dimana kedua hal tersebut jika disatukan akan membentuk sebuah kehidupan.

Bentuk dari gapura candi bentar di Bali mengandung paduraksa, yakni pilar-pilar kokoh yang umumnya terdapat pada pagar rumah atau bangunan. Pilar tersebut berfungsi sebagai penjaga dan pelindung penghuninya. Pada paduraksa di candi bentar di Bali itulah digambarkan juga Ardha Chandra, yakni bentuk bulan sabit yang mengandung makna bersatunya tri pramana yakni tiga kemampuan manusia untuk bergerak, berkata dan berpikir.

Jadi, diharapkan siapapun yang melewati candi bentar tersebut dapat memiliki pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik ketika berada di dalam area rumah atau bangunan. Secara tidak langsung, hal ini pun dipercaya mampu menjaga penghuni rumah dari segala macam niat jahat.

4. Fungsi Gapura Candi Bentar

Bentuk Gapura Candi Bentar terinspirasi dari pecahnya sebuah gunung tempat pertapaan Dewa. (Foto: Bali Tribune)
Bentuk Gapura Candi Bentar terinspirasi dari pecahnya sebuah gunung tempat pertapaan Dewa. (Foto: Bali Tribune)

Bentuk Gapura Candi Bentar terinspirasi dari pecahnya sebuah gunung tempat pertapaan Dewa. (Foto: Bali Tribune)

Selain memiliki desain yang menarik, Gapura Candi Bentar ternyata memiliki beberapa fungsinya tersendiri. Berikut ini adalah beberapa fungsi Gapura Candi Bentar yang perlu Anda ketahui:

1. Sebagai Sekat Antar Bagian Area Tempat Suci

Masyarakat di Bali mengenal istilah Tri Mandala yang artinya tiga ranah bagian untuk tempat suci umat Hindu atau Pura. Melansir artikel ilmiah tentang Kajian Estetika Arsitektur Pura di Bali - Berdasarkan Teori Hubungan Manusia - Lingkungan , konsep Tri Mandala ini mengungkapkan adanya tiga bagian dari bangunan di Bali.

Bagian yang pertama adalah nista mandala, yaitu bagian depan rumah dimana merupakan tempat untuk melakukan aktivitas kemasyarakatan seperti upacara adat yang dihadiri oleh para undangan dan tamu. Untuk masuk ke dalam nista mandala, terdapat dua bangunan simetris yang membentuk sebuah gerbang berbentuk meruncing ke atas di sisi kanan dan kiri yang dikenal dengan candi bentar.

Bagian berikutnya adalah madya mandala, umumnya adalah tempat untuk mempersiapkan berbagai keperluan perlengkapan upacara. Dari nista mandala menuju ke madya mandala juga terdapat candi bentar yang menghubungkan kedua area tersebut.

Area yang ketiga menurut konsep tri mandala adalah utama mandala, yakni sebuah area dimana kegiatan upacara inti dilaksanakan. Umumnya, utama mandala ini ditandai dengan adanya satu pintu gerbang yang berbentuk candi kurung yang disebut dengan kori agung, dan diapit oleh dua Candi Bentar.

2. Pelindung Penghuni Rumah

Gapura Candi Bentar di rumah tradisional Bali memiliki simbol-simbol tertentu yang diyakini mampu memberikan perlindungan bagi penghuni rumah. Simbol tersebut diyakini dapat membuat siapapun yang masuk ke rumah melewati Candi Bentar tersebut memiliki pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik. Selain itu, Gapura Candi Bentar yang kokoh dan pintu gerbangnya mampu melindungi penghuni dari bahaya yang datang dari luar rumah.

3. Menyambut Rejeki

Gapura Candi Bentar yang dibangun berdasarkan asta kosala kosali, dipercaya mampu mewakilkan rasa syukur atas rahmat Tuhan, sekaligus memperlancar rejeki bagi penghuni rumah. Bentuknya yang khas dan memberikan kesan kokoh dan agung, membuat kesan kesejahteraan bagi pemilik rumah.

4. Menambah Keindahan bagi Bangunan atau Rumah

Dengan ukiran dan tampilannya yang unik dan khas, Gapura Candi Bentar dapat menambah estetika arsitektur bangunan sebuah rumah. Selain itu, gapura candi bentar saat ini bisa dikreasikan dengan berbagai macam bahan dan aksesoris. Hal itu dapat memberikan ciri khas tertentu untuk rumah atau bangunan yang memiliki bentuk candi bentar yang khas.

Demikianlah pembahasan mengenai filosofi, sejarah, dan fungsi Gapura Candi Bentar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda, sekaligus menjadi sebuah ajakan untuk terus menjaga dan melestarikan seluruh budaya yang ada di Indonesia.

KPR Anda ditolak oleh Bank? Tidak perlu bingung! Cek video yang informatif berikut ini untuk mengetahui penyebab utamanya!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel