Finalis Babel Sedih Saat Lihat Foto Ahmad Yani

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nur Rahma Umami, finalis Puteri Indonesia dari Bangka-Belitung yang akrab disapa Rara merasa kecil ketika mengunjungi kediaman pahlawan revolusi Jenderal Ahmad Yani. Ia merasa nyalinya menciut saat menyambangi museum bersejarah peristiwa Gerakan 30 September 1965.

"Pas masuk rumah itu, kayanya ciut nyali. Aku ngerasa kecil banget dibandingkan Jenderal Ahmad Yani. Dia berjuang untuk negara. Sedangkan aku belum melakukan apapun untuk negara," ujar Rara saat ditemui di museum Sasmitaloka A. Yani, di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2011).

Diakuinya, dengan mengunjungi museum tersebut, rasa nasionalisme dalam dirinya bangkit. Ia jadi punya semangat untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Terutama di bidang pekerjaan yang akan digelutinya kelak.

Namun demikian, ia terharu menyaksikan sisa-sisa sejarah di rumah tersebut. Apalagi, saat melihat lantai dimana Jenderal Ahmad Yani tergeletak bersimbah darah karena diberondong senjata api laras panjang.

"Aku sedih, terharu. Aku kayanya mau menangis saat melihat foto-foto Jenderal Ahmad Yani. Jujur, waktu aku ke sini, rasa nasionalisme aku langsung tumbuh," imbuhnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.