Fintech Berkembang Pesat Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mencatat, industri fintech di Indonesia terus mengalami peningkatan di masa pandemi covid-19. Salah satunya disebabkan meningkatnya layanan yang ditawarkan fintech sangat beragam.

“Industri fintech di Indonesia terus mengalami peningkatan dan bertumbuh pertumbuhan ini bisa dilihat dari tiga hal,” kata Managing Director of AFTECH Mercy Simorangkir dalam Pekan Fintech Nasional 2020, Senin (16/11/2020).

3 hal itu diantaranya, pertama, bisa dilihat dari meningkatnya jumlah penyelenggara fintech yang berizin di Indonesia.

Kata Mercy, saat ini AFTECH mendata kurang lebih 80 persen dari seluruh jumlah penyelenggara fintech yang berizin merupakan anggota dari asosiasi fintech Indonesia.

“Ketika asosiasi ini berdiri di tahun 2016 kami memiliki anggota didirikan oleh 6 founder kemudian di akhir 2016 ada sekitar 24 penyelenggara fintech,” kata dia.

Misalnya di kuartal II 2020 pada Juni 2020, jumlah startup fintech yang menjadi anggota AFTECH kurang lebih menggambarkan 80 persen dari jumlah penyelenggara fintech berizin yang berada di Indonesia.

Penyebab kedua fintech terus meningkat, bisa dilihat dari meningkatnya keragaman solusi atau layanan keuangan digital yang ditawarkan oleh penyelenggara.

Mercy mengatakan pada awal 2016-2017 model bisnis fintech di Indonesia kebanyakan menawarkan sistem pembayaran atau layanan pinjaman online.

Namun di tahun 2019-2020 sudah terdapat 23 model bisnis fintech, diantaranya digital payment seperti e-money, e-wallet, payment gateway, remiten, dan lainnya. Hal itu dikarenakan trend market dari masyarakat terus mengalami peningkatan dalam mengadaptasi digitalisasi.

Terus Berkembang

Ilustrasi fintech. Dok: sbs.ox.ac.uk
Ilustrasi fintech. Dok: sbs.ox.ac.uk

Sehingga, dengan beragamnya model bisnis fintech di era sekarang maka semakin memudahkan masyarakat dan para pelaku fintech untuk terus mengembangkan fintech di Indonesia.

Demikian, yang mempengaruhi meningkatnya fintech di Indonesia dilihat dari adopsi dari fintech itu sendiri di masyarakat. Jika dilihat dari data statistik yang dikeluarkan oleh OJK dan Bank Indonesia, misalnya Bank Indonesia mencatat jumlah instrument e-money bulan September 2020 jumlahnya mencapai Rp 393 juta.

“Karena memang dalam kondisi pandemi dimana segala sesuatunya dibatasi sentuhannya, maka penggunaan elektronik money ini sangat membantu konsumen untuk tetap bisa memanfaatkan produk-produk yang dibutuhkan dan juga membantu merchant untuk terkoneksi dengan konsumennya ini semakin mendorong peningkatan penggunaan fintech di masyarakat,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: