Fintech Lending Modal Rakyat Tambah Lender Institusi Baru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Fintech lending Modal Rakyat pada tahun 2021 ini berinisiatif untuk semakin gencar dalam menyalurkan pendanaan bagi pelaku UMKM terutama yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Salah satu langkah yang ditempuh perusahaan adalah memperbanyak lender institusi dengan harapan penyaluran pembiayaan menjadi lebih optimal. Terkini, Modal Rakyat menjalin kemitraan dengan Bank Perkreditan Rakyat Masyarakat Mandiri (Bank MM).

Penandatanganan kemitraan telah dilakukan oleh Hendoko (CEO Modal Rakyat) dan Febrianto Anugrah Kesuma (Direktur Utama Bank MM) belum lama ini.

Dalam kemitraan tersebut, Bank MM berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan hingga Rp 2 miliar melalui Modal Rakyat.

"Kita sangat senang, teman-teman BPR sudah mulai mengikuti sosialisasi yang dilakukan oleh OJK dan AFPI dalam rangka menggencarkan kolaborasi dengan platform digital," ujar Hendoko.

Bank MM, kata dia, merupakan salah satu institusi keuangan yang menghubungi Modal Rakyat langsung untuk mengutarakan minat menjadi pendana institusi di Modal Rakyat.

"Kita harapkan minat dan intensi seperti ini dapat terus bertambah dari kalangan pelaku BPR pada tahun 2021 ini," tutur Hendoko.

Nilai dan durasi pembiayaan

Pembiayaan akan difokuskan pada pelaku UMKM yang terdaftar di Modal Rakyat dengan penyaluran Rp 100 juta hingga Rp 2 Miliar dengan durasi pinjaman 1-6 bulan yang memenuhi standar penilaian kredit di Modal Rakyat.

"Dengan bertumbuhnya layanan Finansial Teknologi yang saat ini mulai berkembang di Indonesia dimana kini Layanan Keuangan bisa diakses lebih mudah, cepat dan luas. Hal ini mendasari kami bekerjasama dengan Modal Rakyat dalam penyaluran pendanaan kepada pelaku UMKM," kata Febrianto.

Hingga kini Modal Rakyat sebagai fintech lending telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 914 Miliar kepada lebih dari 20.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Data per Desember 2020

Per Desember 2020 sebanyak 62,82 persen pembiayaan disalurkan di DKI Jakarta dan 31,18 persen di luar DKI Jakarta.

Selain itu, 51,81 persen disalurkan pada sektor Teknologi dan 27,32 persen pada sektor Perdagangan. Sementara jumlah lender hingga kini terdapat lebih dari 45.000 lender individu dan 13 lender institusional (termasuk Bank MM).

"Tahun 2021, kami menargetkan penyaluran pembiayaan Rp 2 Triliun. Kami berharap ke depan semakin banyak pendana institusi, termasuk BPR yang bekerja sama dengan Modal Rakyat. Semoga kolaborasi dan aliansi antara Institusi Keuangan non digital dan digital makin solid dan prima di tahun 2021 ini," tutur Handoko.