FIP Dukung Upaya Negara Berkembang Kurangi Deforestasi

Jakarta (ANTARA) - Program Investasi Kehutanan (Forest Investment Programme/FIP) merupakan upaya untuk mendukung upaya negara-negara berkembang guna mengurangi deforestasi dan degradasi hutan termasuk di Indonesia.

Tim FIP-Indonesia Kementerian Kehutanan dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Kamis menyebutkan, FIP merupakan salah satu dari program pendanaan strategis terkait perubahan iklim yang berada di bawah "Climate Investment Funds" (CIF).

Selain mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, FIP juga dinilai akan meningkatkan pengelolaan hutan berkelanjutan yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi serta meningkatkan simpanan karbon.


Indonesia merupakan salah satu dari 8 (delapan) negara percontohan (pilot country) yang berpartisipasi dalam FIP dan telah mendapatkan komitmen pendanaan dengan alokasi pendanaan FIP hibah sebesar 37,5 juta dolar AS (53,6 persen) dan pinjaman lunak sebesar 32,5 juta dolar AS (46,6 persen).

Saat ini, Pemerintah Indonesia bersama dengan lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia, ADB dan IFC, sedang menyusun Rencana Investasi Kehutanan Indonesia yang dilakukan melalui proses dialog dan konsultasi dengan berbagai pihak yang difasilitasi oleh Dewan Kehutanan Nasional (DKN).

Sesuai dengan pedoman penyusunan Rencana Investasi FIP, maka dokumen Rencana Investasi Kehutanan akan dipublikasikan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

Rencana Investasi Kehutanan yang dipublikasikan tersebut merupakan perbaikan dari rancangan rencana investasi FIP yang telah dipublikasikan pada Maret 2012.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Dadang Budiman mengatakan, Sukabumi telah menjadi daerah tujuan investasi bidang kehutanan sehingga kini memiliki luas hutan yang terus bertambah.

Menurut Dadang, dipilihnya kabupaten Sukabumi sebagai daerah investasi tidak terlepas dari luas lahan yang subur dan masih kosong, sehingga banyak digunakan investor untuk menanam pohon keras.

Berdasarkan data dari Dishutbun setempat, maka luas hutan negara 105.460 hektare yang terdiri atas hutan konservasi seluas 48.100 hektare, hutan lindung 1.660 hektare dan hutan produksi 55.700 hektare.

Sementara hutan rakyat seluas 44 ribu hektare. Dengan luas tersebut, hutan di Kabupaten Sukabumi menjadi paru-paru Pulau Jawa karena luas hutan yang ada paling luas di Jawa dan Bali. (tp)




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.