Firasat Mayor Kostrad TNI Soal Harta Gurkha Terkubur di Hutan Terbukti

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Firasat Komandan Batalyon Artileri Pertahanan Udara 16/Sula Bhuana Cakti, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Arh Drian Priyambodo mengenai harta peninggalan pasukan Gurkha yang terkubur di hutan Nunukan, Kalimantan Timur, benar-benar terbukti.

Ternyata di dalam hutan wilayah Lumbis Kecamatan Lumbis Hulu, benar-benar banyak terdapat harta milik pasukan khusus militer tersadis di dunia itu, yang terkubur di dalam tanah.

Hal itu dibuktikan dengan kembali ditemukannya harta milik pasukan Gurkha. Harta yang ditemukan kali ini lebih beragam dari yang ditemukan sebelumnya pada pekan lalu oleh prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia, Yonarhanud 16/SBC Kostrad itu.

Harta peninggalan Gurkha yang ditemukan kali ini tak cuma berjenis munisi aktif saja. Tapi juga granat tangan berdaya ledak tinggi.

Berdasarkan siaran resmi yang dilansir VIVA Militer, Selasa 16 Februari 2020, dalam penemuan terbaru, prajurit Yonarhanud 16 Kostrad menemukan sebanyak 101 munisi kaliber 7.62 milimeter dan 11 granat nanas.

Penemuan harta kali ini berawal dari firasat Mayor Drian yang yakin masih banyak harta milik pasukan Gurkha yang terpendam di dalam tanah di sekitar lokasi temuan sebelumnya. Bahkan saat penemuan harta Gurkha sebelumnya, prajurit TNI mencari hingga malam hari.

Dari situlah akhirnya Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Kostrad memutuskan untuk melakukan penyisiran dan pencarian. Bahkan, kali ini prajurit TNI membawa alat pendeteksi logam alias metal detektor ke dalam hutan.

"Pada saat tiba di lokasi penemuan munisi, Danpos beserta lima orang anggota Pos Lumbis langsung melaksanakan penyisiran bersama, dengan menggunakan alat metal detektor," kata Mayor Drian.

Tak memakan waktu lama, metal detektor berhasil mendeteksi adanya benda logam. Penggalian pun langsung dilakukan. Tapi kali ini tak lagi menggunakan cangkul. Prajurit Kostrad yang dipimpin Letda Arh Sutrisno Sitakar melakukan penggalian dengan tangan kosong.

"Dengan penuh kehati-hatian anggota langsung mencoba menggali dengan tangan kosong, kedalaman lima sampai 10 sentimeter dari permukaan tanah ditemukanlah satu buah granat tangan," kata Mayor Drian.

Temuan satu granat itu semakin membuat prajurit TNI bersemangat, sehingga penyisiran digencarkan. Dan benar saja, akhirnya metal detektor kembali mendeteksi kumpulan logam di dalam tanah.

"Dari hasil penemuan tersebut, lima orang personel satgas terus menyisir lokasi dan berhasil menemukan 10 buah granat tangan lainnya dan 101 butir munisi kaliber 7.62 milimeter," ujarnya.

Karena harta Gurkha yang ditemukan kali ini sangat berbahaya, semua benda temuan langsung diamankan ke Pos TNI Lumbis agar jauh dari pemukiman masyarakat. "Munisi dan granat itu memiliki kode I K pada bagian bawah selongsongnya," kata Mayor Drian.

Perlu diketahui, pada penemuan sebelumnya prajurit TNI Yonarhanud 16 Kostrad berhasil menemukan sebanyak 1.201 butir munisi dengan kaliber 7,61 milimeter.

Lokasi harta Gurkha ini pertama kali ditemukan tiga warga yang sedang berburu babi hutan di lokasi. Dan dari keterangan saksi sejarah pertempuran konfrontasi RI dengan Malaysia pada tahun 1965, disebutkan bahwa hutan itu memang markas persembunyian pasukan Gurkha dan Inggris.

Baca: Ternyata Kasdam Papua Jenderal Kopassus Pemilik Gelar Terlangka TNI