Firefly Kembali Buka Penerbangan Langsung Penang-Banda Aceh

Maskapai penerbangan Firefly membuka kembali penerbangan langsung Penang Malaysia - Banda Aceh (pp) yang ditandai dengan pendaratan perdana menggunakan Boeing 737-800 di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada maskapai Firefly yang telah membuka kembali penerbangan ke Aceh,” kata Asisten III Setda Aceh, Iskandar AP di Blang Bintang, Aceh Besar, Senin.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela menyambut penerbangan perdana maskapai Firefly bersama Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal.

Ia menjelaskan dengan dibukanya kembali rute Banda Aceh-Penang akan meningkatkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Aceh, ataupun dari Aceh yang berwisata ataupun berobat ke Malaysia.

Global Head of Sales dari Malaysia Airlines Group, Roslan bin Ismail, mengatakan penerbangan Firefly tersebut akan beroperasi 2 kali seminggu dan secara bertahap akan meningkat 4 kali seminggu pada Desember nanti.

"Penting bagi kami untuk memulai kembali rute Penang dan Banda Aceh yang kami perkirakan akan melihat arus wisatawan medis dan rekreasi yang tinggi," kata dia.

Roslan mengatakan mereka terus berusaha untuk membawa kemudahan bagi masyarakat Banda Aceh ke Penang, dan sebaliknya.

“Kehadiran penerbangan ini akan lebih mudah untuk mengunjungi keluarga dan teman-teman mereka, mencari perawatan medis dari pusat-pusat medis yang didirikan, menjelajahi budaya lokal dan warisan Penang dan untuk memungkinkan siswa untuk mendaftar di universitas dan perguruan tinggi Malaysia yang diakui secara internasional,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal mengaku antusias perihal dibukanya kembali jalur penerbangan Aceh-Penang melalui maskapai Firefly, di mana masyarakat Aceh telah menantikan hal ini sejak lama.

"Kami juga bakal mempromosikan layanan penerbangan Firefly kepada masyarakat. Kita bisa berkolaborasi untuk mempromosikannya, bisa berupa isi konten video dan foto melalui media sosial yang kami miliki, memasang baliho, serta mengundang teman-teman media untuk menginformasikan tentang hal ini," kata Almuniza.

Almuniza berharap pada setiap penerbangan ke Penang-Aceh, agar diperbolehkan menyertakan informasi-informasi tentang destinasi Aceh berupa brosur atau majalah bagi penumpang di pesawat.
Baca juga: Wisatawan Indonesia jadi target pengunjung The Top Penang di Malaysia
Baca juga: KBRI: Wisatawan Indonesia bisa ditolak masuk Malaysia
Baca juga: Luhut: Pengeluaran turis di Bali lebih rendah dari Malaysia