First Media Bakal Lepas 29 Persen Saham Link Net

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT First Media Tbk (KBLV) akan menjual seluruh kepemilikan saham sebanyak 798,96 juta saham di PT Link Net Tbk (LINK) kepada Xl Axiata dan Axiata Group Berhad.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang disampaikan pada Jumat, 30 Juli 2021, ditulis Minggu (1/8/2021), PT First Media Tbk, Asia Link Dewa Pte Ltd (ALD), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan Axiata Group Berhad atau grup Axiata Berhad teken term sheet yang belum mengikat (term sheet) sehubungan dengan rencana penjualan dan pengalihan 1.816.735.484 saham atau 1,81 miliar saham LINK.

Jumlah itu setara 66,03 persen dari jumlah modal yang disetor dan modal ditempatkan dalam LINK, serta tidak termasuk saham treasuri.

Rencana transaksi penjualan saham itu antara lain sebanyak 798.969.286 saham yang dimiliki oleh Perseroan yang mewakiliki 29,04 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam LINK.

Selain itu, 1.017.766.198 saham yang dimiliki Asia Link Dewa yang mewakili 36,99 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam LINK.

"Negosiasi atas rencana transaksi dilakukan secara langsung antara Perseroan dan Asia Link Dewa sebagai penjual dengan XL dan Axiata sebagai calon pembeli, dan pada tanggal surat ini para pihak masih dalam proses negosiasi,” tulis Sekretaris Perusahaan PT First Media Tbk, Harianda Noerlan dalam keterbukaan informasi BEI.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bakal Teken Perjanjian Definitif

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dengan bergantung pada selesainya proses negosiasi itu, para pihak berencana teken perjanjian definitif sehubungan dengan rencana transaksi.

Perseroan menyatakan, kejadian, informasi dan fakta material tersebut di atas tidak berdampak secara negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan.

"Perseroan akan tetap memperhatikan dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku sehubungan dengan pelaksanaan rencana transaksi,” tulis perseroan.

Gerak Saham KBLV

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 30 Juli 2021, saham KBLV naik 14,09 persen ke posisi Rp 850 per saham. Saham KBLV dibuka stagnan di posisi Rp 745.

Saham KBLV berada di posisi tertinggi Rp 910 dan terendah Rp 720. Total frekuensi perdagangan saham 162 kali dengan volume perdagangan 2.849. Nilai transaksi Rp 242,7 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel