FISIP UMSU luncurkan buku "Rekam Jejak di Masa COVID-19"

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar acara peluncuran dan bedah buku berjudul "Relasi Media dan Kampus: Rekam Jejak FISIP UMSU dalam Tata Kelola Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0 dan Masa Pandemi COVID-19"

Kegiatan yang digelar di Aula FISIP UMSU, Selasa, diikuti para dosen dan wartawan dari berbagai media dengan menghadirkan dua narasumber yang membedah buku, yakni Pengelola Media/Wartawan Senior Choking Susilo Sakeh, dan Wakil Rektor 3 UMSU yang juga Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Dr. Rudianto.

Choking dalam paparannya menyambut positif penerbitan buku yang dilakukan FISIP UMSU di tengah masih rendahnya iklim dan budaya literasi di Sumatera Utara.

"Buku Rekam Jejak FISIP UMSU ini langkah besar di tengah tradisi menulis dan membaca yang masih rendah. Mudah-mudahan penerbitan buku ini mampu merangsang literasi di Sumut," katanya.

Baca juga: PP Muhammadiyah lantik Prof Agussani Rektor UMSU untuk dua tahun

Baca juga: UMSU-Nagaoka University tindak lanjuti riset energi terbarukan

Menurutnya, buku yang diterbitkan FISIP ini sangat menarik karena memadukan bukti dan kliping pemberitaan di berbagai media dengan tulisan-tulisan ringan para dosennya.

Selain mendapatkan tulisan yang menarik untuk dibaca, buku itu juga menyajikan berbagai informasi dan kegiatan yang dilakukan fakultas tersebut selama masa pandemi COVID-19.

"Menulis dan menerbitkan buku itu memang perlu kreativitas. FISIP UMSU sudah melakukan itu dengan buku yang diterbitkannya," katanya.

Sebelumnya, Dekan FISIP UMSU Dr. Arifin Saleh, MSP menyampaikan buku Rekam Jejak FISIP UMSU setebal 412 halaman yang berisikan 25 tulisan dari dosen FISIP UMSU dan ratusan berita dari kegiatan yang dilaksanakan selama masa Pandemi COVID-19.

Tulisan dan kliping berita dipilah-pilah dalam beberapa tema, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian, seminar, workshop dan kuliah umum, kerja sama, politik dan kebijakan publik, organisasi kemahasiswaan, dan aktivitas institusi.

"Penerbitan buku ini tidak terlepas dari pentingnya sebuah dokumen bagi perguruan tinggi. Sering kali apa yang sudah dilakukan, tidak diketahui lagi keberadaannya. Padahal, ia sangat penting dan sangat dibutuhkan. Dengan terbitnya buku ini, tentu saja ini menjadi salah satu dokumen penting karena di dalamnya ada rekaman berbagai aktivitas kampus," katanya.*

Baca juga: Jepang-UMSU kerja sama riset pengembangan energi terbarukan

Baca juga: UMSU dan LSF RI kolaborasi sosialisasi budaya sensor film mandiri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel