Fitbit Charge 4 Meluncur, Tampil dengan Gaya Lama Fitur Baru

Liputan6.com, Jakarta - Fitbit baru saja memperkenalkan produk terbarunya, yakni Charge 4. Perangkat ini hadir dengan tampilan serupa pendahulunya, tapi fitur yang diperbarui.

Dikutip dari The Verge, Kamis (2/4/2020), sejumlah fitur baru yang hadir di Fitbit Charge 4 adalah built-in GPS dan Spotify Control.

Sebagai tambahan, perangkat ini dibekali pula Fitbit Pay, notifikasi aplikasi, smart wake, dan sensor SpO2. Fitur-fitur yang sebelumnya hanya tersedia di smartwatch Fitbit.

Fitbit membanderol smartband ini dengan harga USD 149 (Rp 2,4 juta). Perusahaan menyebut Fitbit Charge 3 memiliki daya tahan hingga tujuh hari, dengan ketahanan hingga lima jam jika fitur GPS terus aktif.

Kehadiran built-in GPS jelas membuat Fitbit Charge 4 jauh lebih unggul dari pendahulunya. Sebab, pengguna tidak perlu lagi membawa smartphone saat beraktivitas.

Dengan kata lain, seluruh data aktivitas yang dilakukan, mulai dari berkendara sepeda, berlari, atau berjalan akan direkam secara otomatis di aplikasi. Data itu termasuk jarak, detak jantung, dan kecepatan.

Mengingat Charge 4 memiliki desain serupa dengan pendahulunya, strap yang dipakai juga sama. Selain versi standar, Fitbit turut menghadirkan varian Charge 4 SE yang hadir strap reflektif dan dibanderol lebih mahal.

Resmi, Google Rogoh Rp 29,3 Triliun untuk Beli Fitbit

Beragam model Fitbit Charge 3 yang tersedia (liputan6.com/Agustinus M.Damar)

Terlepas dari produk anyarnya, tahun lalu, Google mengumumkan telah resmi membeli perusahaan perangkat wearable Fitbit senilai USD 2,1 miliar (setara Rp 29,3 triliun).

Dalam keterangan resmi di blog perusahaan, Senior Vice President bidang Perangkat dan Layanan Rick Osterloh mengatakan, pembelian Fitbit merupakan, "peluang untuk berinvestasi lebih banyak pada bidang Wear OS, seiring dengan pengumuman produk wearable Made Google ke pasaran."

Sebelumnya, dalam laporan Reuters, Google disebut-sebut tengah dalam pembicaraan untuk membeli vendor pelacak kebugaran itu.

Mengutip laman The Verge, Sabtu (2/11/2019), pada kesepakatan disebutkan bahwa Fitbit akan bergabung dengan Google. Hal ini serupa dengan Nest yang kini bergabung di bawah Google.

Sementara itu, Fitbit memastikan, perusahaannya akan tetap memberlakukan privasi untuk data kesehatan dan kebugaran dengan serius.

"Data kesehatan dan kebugaran Fitbit tidak akan digunakan untuk iklan Google," kata Fitbit dalam pernyataan terpisah.

Akuisisi Google terhadap Fitbit memang masuk akal. Pasalnya Google telah menghabiskan bertahun-tahun untuk menjajaki pasar wearable dengan Wear OS mereka.

Namun, sejauh ini masih berjuang untuk membuat kontribusi nyata untuk perusahaan.

Perkuat Fondasi Wearable Google

3 produk terbaru Fitbit. (Liputan6.com/ Agustinus M. Damar)

Di sisi lain, perangkat Fitbit yang diterima baik di pasaran dipercaya akan membuat pondasi cukup kuat bagi Google dalam membangun integrasi perangkat wearable dengan Android.

Tak hanya itu, fokus Fitbit kuat di bidang pelacak kebugaran pun diyakini akan membuat integrasi yang baik dengan aplikasi Google Fit yang saat ini sudah ada.

Pada gilirannya, hal tersebut akan membuat Google bisa bersaing dengan Apple Watch yang terintegrasi dengan iPhone.

Diyakini pula, kemampuan perangkat lunak Google dan dukungan pengembang yang luas dapat membantu jam tangan Fitbit makin pintar. Integrasinya dengan Android pun bisa lebih mendalam.

Ini bukan pertama kalinya Google mengakuisi perusahaan wearable. Sebelumnya pada Januari, Google merogoh USD 40 juta untuk membeli teknologi smartwatch milik Fossil.

Fossil sendiri mengakuisisi teknologi tersebut saat membeli perangkat wearable Misfit pada tahun 2015.

(Dam/Why)