Fitur Baru Snapdragon 888 Kurangi Delay dan Tingkatkan Kualitas Grafis untuk Gaming

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Snapdragon 888 (Foto: Qualcomm)

Liputan6.com, Jakarta - Prosesor teranyar milik Qualcomm, Snapdragon 888 menghadirkan dua fitur baru untuk mendukung kemampuan gaming di perangkat smartphone: Game Quick Touch dan Variable Rate Shading.

Lewat kedua fitur baru itu, perusahaan menyebut akan memanjakan pengguna sebagai pro-player gim mobile.

Fitur Game Quick Touch dapat mereduksi jeda atau delay sentuhan pada layar smartphone. Artinya, setiap aksi di dalam gim akan lebih responsif ketimbang prosesor lain, bahkan Snapdragon versi terdahulunya.

“Kecepatan respons menekan layar bisa menentukan kita menang atau enggak,” kata Senior Manager, Business Development Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto, dalam Innovation Talk: Qualcomm Snapdragon 888, Senin (8/3/2021).

Dia juga menyebut, kemampuan gaming menjadi salah satu fitur unggulan yang disematkan di smartphone saat ini.

Pada praktiknya, Game Quick Touch akan mengurangi waktu respons di dalam gim dengan setelan Frame Per Second tinggi. Sebagai contoh, pada gim dengan setelan 120fps, Game Quick Touch mampu mereduksi delay hingga 10 persen.

“Apalagi yang di setelan 60 fps, bisa 20 persen lebih cepat,” ujar Dominikus.

Hasilnya, prosesor teranyar Qualcomm ini disebut cocok untuk pro-player gim mobile karena responnya yang mendekati instan.

Variable Rate Shading

Sementara Variable Rate Shading merupakan fitur yang berkenaan dengan aspek grafis.

Pasalnya, selain aspek kelancaran permainan gim, ketajaman grafik juga jadi satu hal yang banyak diperhatikan.

Nah, Variable Rate Shading ini akan menentukan mana grafik yang perlu dipertajam dan mana yang tidak memerlukan terlalu banyak detail.

“Menampilkan misalnya langit, gak perlu terlalu detail. Sistem memilih nantinya mana yg perlu detail, mana yang tidak,” ujar Dominikus menuturkan.

Dengan begitu, penggunaan daya dalam menampilkan gambar akan lebih hemat sebab sistem akan menganalisis prioritas grafik yang perlu detail lebih banyak seperti karakter gim hingga kepada hitungan pikselnya.

Dominikus pun menantang pengembang gim mobile untuk mengahdirkan gim yang lebih maju lagi dengan adanya prosesor ini.

Developer bisa mengembangkan lagi gim baru dengan adanya prosesor ini,” tutur Dominikus menegaskan.