Fitur Ini Bisa Tahu Siapa yang Telepon Kamu Meski Nomornya Gak Dikenal

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Truecaller meluncurkan fitur baru bernama Call Reason. Fitur ini merupakan inovasi cerdas bagi industri komunikasi dan diperkirakan bisa menjadi fungsi yang populer diadopsi oleh aplikasi-aplikasi lainnya di masa mendatang.

Di era digital seperti sekarang banyak aplikasi transportasi online atau pengantaran makanan dan minuman yang mengharuskan pengguna untuk berkomunikasi dengan kurir menggunakan panggilan telepon.

Baca: Facebook Luncurkan Pesaing Tinder, Ada Fitur Secret Crush

Orang Indonesia yang rata-rata menerima 27,9 panggilan spam setiap bulannya tentu menginginkan cara yang lebih mudah untuk membedakan panggilan penting. Misalnya, ketika mereka menerima telepon dari bank terkait penipuan kartu kredit.

Chief Product Officer Truecaller, Rishit Jhunjhunwala menuturkan, Call Reason memungkinkan pengguna untuk mencantumkan alasan mereka menelepon, supaya penerima telepon dapat mengidentifikasi panggilan tersebut, apakah termasuk panggilan personal, bisnis, atau terkait urusan yang mendesak.

"Fitur ini bisa tahu dan akan membantu siapa yang menelepon Anda, terutama dari nomor yang enggak dikenal," kata dia, Kamis, 22 Oktober 2020. Truecaller telah menjadi aplikasi terdepan dalam identifikasi telepon dan pemblokir spam.

Baca juga: Alat Ini Bisa Ngecas Hp 4 Kali Lebih Cepat dari Charger Biasa

Saat ini, Truecaller memiliki total 250 juta pengguna aktif. Aplikasi ini juga telah mengidentifikasi lebih dari 3 miliar panggilan telepon dan SMS, serta memblokir 100 juta panggilan spam dan penipuan setiap harinya.

“Call Reason merupakan salah satu fitur yang paling banyak diminta oleh pengguna Truecaller di seluruh dunia. Fitur baru ini memungkinkan pengguna untuk mencantumkan sebuah catatan saat menelepon. Baik perusahaan maupun institusi juga bisa memasukkan pesan unik sebelum melakukan panggilan," klaim Rishit.

Fitur Call Reason sudah bisa digunakan secara gratis untuk semua pengguna Android. Namun bagi pengguna iOS baru bisa menikmati fitur ini awal tahun depan.

"Kami ingin membantu pengguna di seluruh dunia memerangi panggilan spam dan penipuan, sehingga bisa menciptakan komunikasi yang lancar dan lebih produktif," ungkapnya.