FKPP lanjutkan program gotong royong bantu siswa miskin di Bali

Forum Komunikasi Peduli Pendidikan (FKPP) Bali kembali melanjutkan program bantuan siswa miskin meskipun misinya mengembalikan kebijakan SMAN Bali Mandara belum berhasil.

"FKPP akan kembali kepada ruh awalnya, fokus pada peduli pendidikan di Bali dan turun ke masyarakat mencari siswa siswi tidak mampu," kata Ketua FKPP Bali Sae Tanju di Denpasar, Rabu.

Sae mengatakan pihaknya akan melanjutkan jejaring relasi untuk mendata siswa miskin yang berada di sekolah tiap desa di Kota/Kabupaten se-Bali, mengingat mulai hari ini PPDB SMA telah dibuka.

Sebelumnya FKPP Bali dibantu jaringan yang dimilikinya telah melaksanakan program serupa, mulai dari memberikan bantuan sepatu, seragam ataupun kelengkapan sekolah lainnya, hingga pendanaan SPP siswa di Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

"FKPP akan tetap pada perannya peduli pendidikan dan fokus pada masyarakat miskin, kami akan menyambung komunikasi dengan rekan-rekan di daerah untuk coba gali apa yang dibutuhkan," ujar Sae kepada media.

Baca juga: FKPP buat kajian untuk pertahankan sekolah miskin SMAN Bali Mandara
Baca juga: Disdikpora pastikan PPDB SMAN Bali Mandara tak lagi untuk siswa miskin


Menurut Sae, bantuan seperti perlengkapan sekolah atau dana pendidikan yang didapat melalui donasi dari orang-orang yang peduli terhadap siswa siswi di Bali adalah solusi yang nyata untuk membantu.

Gotong royong dalam menjalankan program bantuan siswa miskin ini akan kembali menjadi misi FKPP Bali, setelah sebelumnya berjuang dalam mempertahankan kebijakan lama di SMAN Bali Mandara.

Sae dan rekan-rekan yang tergabung dalam FKPP dan alumni SMAN Bali Mandara sempat mengajukan kajian soal alasan mempertahankan sistem sekolah asrama di SMAN Bali Mandara.

Akan tetapi hal tersebut tak mengubah kebijakan baru yang menyamaratakan bantuan bagi seluruh siswa miskin di Bali, terhitung sejak PPDB SMA 2022 dibuka maka akan mengikuti aturan yang berlaku.

"Kita akan buktikan secara gerak bersama gotong royong berupaya untuk melakukan pengentasan kemiskinan dengan membantu semaksimal kita bisa. Kita tidak akan berhenti hanya karena Gubernur abai aspirasi dan kajian yang dibuat masyarakat," kata Sae.

Baca juga: Dua program Bali Mandara masuk kompetisi dunia

Dalam kebijakan terbaru disebut bahwa sekitar 18 ribu siswa miskin di Bali akan mendapat bantuan apabila mendaftar lewat jalur miskin dan memenuhi persyaratan.

Kesempatan ini akan membuka peluang yang besar bagi calon siswa siswi SMA/SMK se-Bali yang sebelumnya kecil kemungkinan diterima di SMAN Bali Mandara, namun harus dibarengi dengan informasi yang tepat

"Tentunya tidak bisa merata ke 18 ribu siswa kalau kami ambil tindakan, karena kami terbatas maka yang jumlahnya besar butuh hadirnya pemerintah untuk mengentas kemiskinan," kata Sae.

Baca juga: BI Bali berikan beasiswa pendidikan untuk 225 mahasiswa dan 20 siswa

Baca juga: BPJAMSOSTEK Banuspa: 911 anak pekerja di Bali peroleh manfaat beasiswa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel