FKUI: Penularan COVID-19 dalam kabin pesawat relatif kecil

·Bacaan 2 menit

Ketua Program Studi Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan FKUI Budi Sampurna menyampaikan penularan COVID-19 melalui kontak atau udara di dalam kabin pesawat relatif kecil.

"Sirkulasi udara di dalam kabin pesawat sudah cukup bagus, setiap tiga menit udara di dalam kabin akan tergantikan," ujarnya dalam webinar "Adaptasi Kebiasaan Baru Ibadah Umrah di Masa Pandemi" yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan sirkulasi udara di dalam kabin pesawat sudah memakai sistem High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat.

"Sehingga diharapkan bentuk mikrobiologi yang cukup besar masih bisa tertangkap oleh penyaring, bahkan ada yang mengatakan virus pun sebagian juga ada yang bisa tersaring," tutur Budi Sampurna yang juga Konsultan Forensik Medikolegal, Spesialis Kedokteran Penerbangan.

Baca juga: Puan: Jangan sampai "kecolongan" penularan COVID-19 dari bandara

Baca juga: MTI: Penularan COVID-19 di pesawat sangat sedikit

Apalagi, lanjut dia, masing-masing penumpang pesawat juga menggunakan masker, maka kemungkinan tertular cukup kecil.

"Udara yang masuk ke dalam kabin itu sebelumnya sudah dipanaskan, jadi saya kira relatif steril," ucapnya.

Di samping itu, kata dia, awak kabin juga sudah terlatih cukup terlatih untuk menangani kasus-kasus gejala COVID-19.

Menurut Budi Sampurna, lokasi-lokasi yang perlu diwaspadai yakni
saat sebelum keberangkatan, misalnya di bandara yang lebih mempunyai potensi untuk menularkan.

"Begitu juga selama melakukan ibadah umrah, karena kita berjumpa dengan banyak orang dan mereka berasal dari negara-negara yang berbeda-beda, mungkin ada negara yang COVID-19nya masih cukup tinggi," tuturnya.

Baca juga: Arab Saudi cabut tujuh aturan pencegahan penyebaran COVID-19

Baca juga: Wakil Ketua MPR usulkan pemerintah meniadakan karantina jemaah umrah

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan sejak 8 Januari hingga April 2022 sekitar 118 ribu orang telah berangkat umrah ke Tanah Suci.

"Sampai saat ini sejak Januari kita sudah terdapat 118 ribu orang yang berangkat ke Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah umrah," ujar Hilman.

Hilman mengatakan pelaksanaan umrah pada tahun ini penuh dinamika, pasalnya penyelenggaraan masih dalam suasana pandemi COVID-19, sehingga diperlukan kehati-hatian.

Baca juga: 221 jamaah umrah Riau sudah pulang, 1 terpapar COVID-19

Baca juga: Kemenag sebut 393 warga Aceh sudah ibadah umrah di tengah pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel