Flashback: 7 Pencetak Hattrick di Premier League 2016-2017

Bola.com, Jakarta - Pada musim 2016-2017, Premier League berakhir dengan Chelsea menjadi juara, di mana itu merupakan gelar juara kelima The Blues di era Premier League, atau keenam secara keseluruhan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Namun, yang menarik tak satu pun pemain Chelsea bisa mencetak hattrick dalam musim itu.

Justru yang menarik saat itu adalah Harry Kane yang menjadi sorotan publik saat mencetak empat gol ke gawang Leicester City. Striker Tottenham Hotspur itu membantu timnya menang telak 6-1 atas The Foxes yang saat itu berstatus sebagai juara bertahan.

Bagi Harry Kane, penampilan tersebut membuat dirinya berstatus top scorer sementara Premier League saat itu dengan koleksi 26 gol. Kane unggul dua gol dari bomber Everton, Romelu Lukaku.

Perolehan quattrick membuat Harry Kane menjadi pemain yang mampu mencetak minimal tiga gol dalam tiga pertandingan pada musim tersebut. Namun, Kane tidak sendiri, karena ada enam pemain lain yang juga mencetak hattrick.

Berikut ini tujuh pemain seluruhnya berposisi sebagai penyerang, yang mampu mencetak hattrick pada Premier League 2016-2017.

Harry Kane (Tottenham Hotspur)

5. Harry Kane (Tottenham Hostpur) - Striker andalan the Lilywhites ini memiliki Kecepatan 78, Dribel 80, Umpan 80, Tembakan 93, Fisik 86, Kemampuan Bertahan 55, OVR 90. (AP/Anthony Devlin)

Sempat absen cukup lama akibat dua insiden cedera ligamen, tak membuat Harry Kane kehilangan sentuhan pada saat itu. Ia tetap menjadi predator andal di depan gawang lawan. Kemampuan komplet, ditunjang lini tengah yang mumpuni, membuat Kane mengejar perolehan gol para kompetitor.

Hasilnya, kala laga musim itu masih menyisakan satu pertandingan, Kane sudah berada di posisi teratas daftar pencetak gol terbanyak. Kane berada di pintu terdekat untuk mempertahankan gelar sebagai pemain tertajam di Premier League, di mana pada akhirnya striker Timnas Inggris itu benar-benar mengakhiri musim sebagai top scorer dengan 29 gol.

Torehan gol tersebut tak lepa dari hattrick yang juga dia cetak pada pekan terakhir Premier League. Saat itu, Tottenham menang telak 7-1 atas Hull City.

Satu di antara sumbangsih yang membuat Harry Kane berada di atas adalah empat momen kala mencetak sekali quattrick dan tiga hattrick. Kane mencetak hattrick perdana pada 14 Januari 2017. Kala itu, gawang West Bromwich Albion menjadi korban. Hasil akhir, Tottenham Hotspur unggul 4-0.

Kane menuai hattrick kedua pada 26 Februari 2017. Kali ini giliran Stoke City yang menjadi korban, dan partai berakhir dengan 4-0 bagi keunggulan Tottenham Hotspur. Kane memperlihatkan penampilan istimewa saat menuai empat gol ke gawang Leicester City (18/5/2017).

Kemudian, Hull City menjadi korban terakhir Harry Kane dalam laga terakhir Premier League musim itu. Kane mencetak hattrick lagi di laga penutup untuk membantu kemenangan telak 7-1 atas Spurs.

Romelu Lukaku (Everton)

Nilai transfer penyerang berusia 24 tahun tersebut mencapai 75 juta poundsterling (sekitar Rp 1,3 triliun). (AFP/Paul Ellis)

Striker yang saat ini bermain untuk Inter Milan itu bermain di Everton pada Premier League musim 2016-2017. Bahkan musim itu menjadi musim terakhirnya bersama Everton, di mana setelah itu Manchester United menjadi pelabuhan barunya.

Pemain yang 'terbuang' ini menunjukkan jati diri sebagai pemain yang tak boleh diremehkan begitu saja. Terbukti, pada musim tersebut eks bomber Chelsea tersebut mampu menuai dua hattrick.

Gawang Sunderland menjadi korban perdana. Pada pertandingan 12 September 2016 tersebut, tiga gol Lukaku sekaligus menjadi seluruh gol kemenangan Everton atas tim yang musim ini terdegradasi tersebut.

Koleksi trigol kedua lahir pada 4 Februari 2017. Tim promosi, Bournemouth, menjadi korban Lukaku dengan lesakan empat gol. Skor akhir 6-3 bagi keunggulan Everton.

Alexis Sanchez (Arsenal)

5. Alexis Sanchez - Alexis Sanchez memiliki banyak pengaruh untuk The Gunners dalam beberapa musim terakhir. Mantan pemain Barcelona itu tampil menggila. Hanya dalam tiga musim, Alexis sudah cetak 72 gol dalam 144 laga. (EPA/Will Oliver)

Satu lagi pemain yang kini berseragam Inter Milan dan sempat berseragam Manchester United selain Lukaku. Pada Premier League 2016-2017, Alexis Sanchez masih bermain di Arsenal.

Pada musim itu, Alexis Sanchez mencetak 24 gol, jumlah gol terbanyak pemain asal Chile itu dalam semusim selama memperkuat The Gunners.

Mantan pemain Barcelona ini sempat terkendala dengan kebugaran dan cedera pada musim tersebut. Bahkan penampilan Sanchez pada musim itu sempat tidak sehebat tahun perdana berkostum Arsenal.

Namun, penampilan yang tergolong meredup sejak awal musim, tak terlihat pada beberapa laga terakhir. Sanchez membuktikan diri masih menjadi satu di antara kekuatan Arsenal. Sanchez berada di peringkat tiga pencetak gol terbanyak.

Satu di antara catatan fenomenal adalah hattrick ke gawang West Ham United pada 3 Desember 2016. Skor akhir 5-1 untuk Arsenal, sekaligus memberi ancaman terhadap lawan-lawan Arsenal.

Sayang, konsistensi permainan menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Sanchez dan Arsenal. Tak heran jika mereka kesulitan berada di papan atas, dan harus bekerja keras guna mendapatkan satu tempat ke Liga Champions pada musim selanjutnya. Laga terakhir kontra Everton, Minggu (21/5/2017), menjadi penentu, di mana Arsenal menang 3-1 dan Sanchez mencetak satu gol.

Jamie Vardy (Leicester City)

4. Jamie Vardy (Leicester City) - Vardy tampi luar biasa bersama Leicester City di awal musim ini, pemain berusia 33 tahun ini mencatatkan 17 gol dari 18 pertandingannya. Jamie Vardy pun layak dimunculkan jadi salah satu kandidat striker top di Premier League. (AFP/Lindsey Parnaby)

Sebagai striker tajam yang pada musim sebelumnya membawa Leicester City menjadi juara, Jamie Vardy tampil tidak maksimal pada Premier League 2016-2017.

Hal itu selaras dengan kegagalan Leicester City mempertahankan gelar juara. Boro-boro berada di papan atas, sang jawara bertahan sempat terjerembab di sekitar zona degradasi.

Beruntung, Vardy masih sempat menunjukkan diri sebagai striker berbahaya. Vardy berhasil membuat satu hattrick pada 10 Desember 2016. Hebatnya, trigol tersebut bersarang ke jala Manchester City. Aksi Vardy membuat Leicester City menang 4-2.

Salomon Rondon (WBA)

Pemain Liverpool, Lucas Leiva (kanan) saat berebut bola dengan pemain West Bromwich Albion, Salomon Rondon, pada pertandingan Premier League, di The Hawthrons, Minggu (15/5/2016). (BBC).

Bomber asing ini menjadi kekuatan utama lini depan West Bromwich Albion (WBA) pada musim tersebut. Sayang, ia seolah bekerja sendiri karena dukungan dari sektor tengah tergolong minim.

Sepanjang musim ini, Rondon mencetak sekali hattrick, yakni ke gawang Swansea City pada 14 Desember 2016. Kala itu, ia memborong seluruh gol kemenangan Swansea City, yang unggul 3-1.

Bagi Rondon, perjalanan sepanjang 2016-2017 memberinya pelajaran berharga. Beberapa waktu lalu, Rondon mengaku masih belum bisa beradaptasi dengan level kecepatan dan adu fisik di pentas Premier League.

Andre Gray (Burnley)

4. Andre Gray/ Burnley (EPA/Facundo Arrizabalaga)

Sunderland menjadi korban performa individu yang mampu merobek jala mereka sebanyak tiga kali dalam satu pertandingan. Kali ini giliran pemain Burnley, Andre Gray yang melakukan itu pada hari terakhir 2016.

Burnley menuai kemenangan 4-1, dan Gray mencatat sejarah untuk kali pertama mengoleksi tiga gol dalam satu pertandingan di panggung Premier League. Kala itu, Gray mengaku tak merasa mencetak tiga gol, karena semua berasal dari kerja sama tim.

Joshua King (Bournemouth)

Maitland Niles (kiri) dari Arsenal mencoba jegal Joshua King di laga Boxing Day (AFP)

Eks pemain Manchester United ini memberi angin segar bagi pendukung Bournemouth pada awal musim. Sayang, seiring berjalannya waktu, penampilan Bournemouth tak lagi mengejutkan, dan kembali sebagai tim yang susah bersaing.

Namun, King bisa berdiri sendiri. Ia mencetak satu hattrick pada saat bersua West Ham United (11/2017) pada Premier League 2016-2017.

Sumber: Berbagai sumber

Video