Flashback Menjelang Piala AFF 2020: Edisi 2008, Ganas di Awal Kemudian Melempem

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Dalam waktu sekitar dua pekan lagi, Timnas Indonesia akan kembali tampil di ajang Piala AFF 2020. Beragam persiapan dilakukan oleh anak asuh Shin Tae-yong, terutama ingin membayar rasa penasaran karena belum sekalipun merasakan juara turnamen level Asia Tenggara.

Berbicara napak tilas Timnas Indonesia di turnamen yang dulunya bernama Piala Tiger ini, tentu sudah melewati perjalanan berliku, terutama yang namanya kegagalan. Seperti yang terjadi pada Piala AFF edisi tahun 2008.

Berstatus tuan rumah di babak penyisihan, tim Merah-Putih pun mencanangkan kebangkitan setelah perjalanan terburuk di Piala AFF 2007. Sayangnya, Charis Yulianto dkk. hanya tampil apik di dua pertandingan awal penyisihan, sebelum melorot dan akhirnya terkapar di semifinal.

Timnas Indonesia menghibur pecinta sepak bola Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, saat menghadapi Myanmar di pertandingan pertama Grup A. Tiga pemain pilar Tim Garuda, Budi Sudarsono, Firman Utina, dan Bambang Pamungkas, sukses membawa Tim Garuda menang telak 3-0.

Euforia pun berlanjut di pertandingan kedua. Para pendukung Timnas Indonesia sudah mengetahui bahwa tim kesayangan mereka akan kembali meraih kemenangan besar karena menghadapi Kamboja yang memang selalu kesulitan jika menghadapi Tim Garuda.

Budi Sudarsono menjadi pemain yang sangat disorot dalam pertandingan tersebut. Dalam 70 menit pemain Sriwijaya FC itu berhasil mencetak hattrick ke gawang Kamboja.

Budi memang menjadi pemain yang sangat ditakuti oleh Timnas Kamboja setelah pada Piala Kemerdekaan Indonesia 2008, gawang mereka bobol empat kali oleh Budi Sudarsono dalam pertandingan yang berakhir 7-0 untuk kemenangan Tim Garuda.

Bambang Pamungkas melengkapi kemenangan Timnas Indonesia menjadi 4-0 atas Kamboja dengan satu gol tambahan. Indonesia pun dipastikan lolos ke semifinal dan akan menentukan status juara grup atau runner-up ketika menghadapi Singapura di pertandingan terakhir babak grup.

Pendukung Timnas Indonesia mendapatkan kesempatan pertama untuk menyaksikan laga semifinal yang mempertemukan tim kesayangan mereka dengan tim kuat Thailand. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi pertama Timnas Indonesia menyerah dari Thailand lewat gol tunggal Teerasil Dangda.

Asa sempat menggelora ketika Nova Arianto berhasil mencetak gol pembuka ketika leg kedua semifinal dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok empat hari kemudian. Sayangnya, gol sang stoper pada menit kesembilan itu tak berhasil menyelamatkan Tim Garuda. Thailand sukses dua kali menjebol gawang Timnas Indonesia yang dikawal Markus Horizon melalui Teeratep Winothai dan Ronnachai Rangsiyo.

Timnas Indonesia akhirnya harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2008 dengan catatan yang sangat timpang di awal dan akhir. Dua kemenangan menghadapi Myanmar dan Kamboja di dua laga awal membuktikan bahwa tim asuhan Benny Dollo hanya mampu memberikan hiburan ketika menghadapi tim yang lebih lemah.

vidio:Alasan PSSI Berangkatkan Timnas Indonesia ke Turki dan Target Piala AFF 2020

Kesalahan Elementer Menjadi Momok

Syamsul Chaeruddin saat berduel dengan pemain Thailand di semifinal Piala AFF 2008 di Jakarta. (AFP/Pornchai Kittiwongsakul)
Syamsul Chaeruddin saat berduel dengan pemain Thailand di semifinal Piala AFF 2008 di Jakarta. (AFP/Pornchai Kittiwongsakul)

Sejak kemenangan di laga perdana kontra Myanmar, Timnas Indonesia sudah terlihat tidak memiliki kekuatan stamina yang baik. Gegap gempita sambutan pendukung Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, boleh jadi menjadi euforia tersendiri. Namun, saat menghadapi tim sekelas Myanmar, meski menang 3-0, Timnas Indonesia terlihat kurang baik dalam performa fisik.

Kesalahan elementer seperti gagal melakukan operan dengan baik, kurang memberikan tekanan kepada pemain lawan, serta terlihat gugupnya barisan pertahanan, memang tidak lagi terlihat. Namun, stamina pemain pemain terlihat konsisten tak lebih dari setengah jam permainan berlangsung.

Timnas Merah-Putih boleh kembali terlihat perkasa ketika menghadapi Kamboja di laga kedua. Keberhasilan Singapura meraih kemenangan telak 5-0 atas Kamboja di laga perdana mereka membuat Timnas Indonesia sudah tampak menang sebelum bertanding. Dengan kondisi sama seperti ketika menghadapi Myanmar, Indonesia pun menang telak 4-0.

Budi Sudarsono Menggila

Budi Sudarsono menghindari penjagaan pemain Singapura saat penyisihan grup Piala AFF 2008 di Jakarta. (AFP/Bay Ismoyo)
Budi Sudarsono menghindari penjagaan pemain Singapura saat penyisihan grup Piala AFF 2008 di Jakarta. (AFP/Bay Ismoyo)

Striker Timnas Indonesia yang satu ini berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF 2008. Namun, ia meraihnya tidak sendirian. Budi Sudarsono menjadi topskor bersama striker Timnas Singapura, Agu Casmir, dan Striker Thailand, Teerasil Dangda.

Budi Sudarsono yang dijuluki Si Ular Piton ini memang tampil cukup luar biasa di babak penyisihan grup. Ia menjadi pencetak gol pertama Timnas Indonesia di Piala AFF 2008 ketika Tim Garuda menang 3-0 atas Myanmar. Keberhasilannya menjadi pencetak gol di laga perdana itu pun membuatnya seperti berhasil menemukan permainan terbaiknya.

Hal tersebut diperlihatkannya dalam laga kedua, di mana Indonesia menang telak 4-0 atas Kamboja. Bermain di depan publik Stadion Utama Gelora Bung Karno, penampilan Budi menyihir para pecinta sepak bola Indonesia yang terus meneriakkan namanya. Budi Sudarsono mencetak gol pertama lagi di pertandingan itu pada menit ke-15 sebelum akhirnya memastikan hattrick pada menit ke-70.

Keberhasilan mencetak empat gol dalam dua laga pertama itu juga disamai oleh striker Singapura, Agu Casmir. Namun, kedua pemain itu gagal menambah pundi-pundi golnya lagi hingga pertandingan terakhir keikutsertaan timnas masing-masing di Piala AFF 2008 itu.

Penampilannya yang cemerlang di awal Piala AFF 2008 seperti menjadi ajang pembuktian bahwa dirinya memang memiliki kualitas. Ya, saat itu Budi Sudarsono tengah berusaha untuk membuktikan diri setelah pada Piala AFF 2007, dirinya kurang mendapat kepercayaan dari Peter Withe, pelatih Timnas Indonesia yang hampir saja dibogemnya karena hanya menjadikannya penghias bangku cadangan.

Perjalanan Timnas Indonesia

Jejak Tim Merah-Putih di Piala AFF: 2008 (Bola.com/Adreanus Titus)
Jejak Tim Merah-Putih di Piala AFF: 2008 (Bola.com/Adreanus Titus)

Data perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2008

PENYISIHAN

Indonesia 3-0 Myanmar

Pencetak gol: Budi Sudarsono 24', Firman Utina 28', Bambang Pamungkas 64' (Indonesia)

Indonesia 4-0 Kamboja

Pencetak gol: Budi Sudarsono 15' 54' 70', Bambang Pamungkas 76' (Indonesia)

Indonesia 0-2 Singapura

Pencetak gol: Baihakki Khaizan 3', Shi Jiayi 50' (Singapura)

SEMIFINAL

Indonesia 0-1 Thailand

Pencetak gol: Teerasil Dangda 6' (Thailand)

Thailand 2-1 Indonesia

Pencetak gol: Teeratep Winothai 73', Ronnachai Rangsiyo 89'(Thailand); Nova Arianto 9' (Indonesia)

Skuad Timnas Indonesia

Kiper: Markus Horison, Fery Rotinsulu, Dian Agus Prasetyo

Belakang: Muhammad Roby, Richardo Salampessy, Charis Yulianto, Muhammad Ridwan, Fandy Mochtar, Isnan Ali, Maman Abdurahman

Tengah: Syamsul Chaeruddin, Eka Ramdani, Ian Louis Kabes, Arif Suyono, Firman Utina, Heru Nerli, Hariono, Ponaryo Astaman, Elie Aiboy

Depan: Bambang Pamungkas, Aliyudin, Saktiawan Sinaga, Budi Sudarsono

Pelatih: Benny Dollo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel