Flashback: Pembalap Asia yang Pernah Bersinar di MotoGP, Salah Satunya Idola Valentino Rossi

Bola.com, Jakarta - Tercatat tiga tim pabrikan papan atas MotoGP saat ini berasal dari benua Asia, tepatnya Jepang. Ketiganya adalah Suzuki, Honda, dan Yamaha.

Angka di atas dipastikan bertambah jika dimasukkan nama tim Petronas Yamaha, tim asal Malaysia yang begitu superior pada MotoGP 2019.

Menariknya meski pabrikan asal Jepang begitu dominan di MotoGP, hanya ada satu pembalap asal benua Asia pada musim 2020. Adalah pembalap tim satelit LCR Honda, Takaaki Nakagami.

Jika melihat ke belakang, memang sudah cukup lama, pembalap asal Asia, khususnya Jepang bisa bersinar di MotoGP.

Kini Bola.com coba mengumpulkan pembalap Asia yang punya rekam jejak manis di MotoGP, meski semua berasal dari Jepang.

Norifumi Abe Idola Valentino Rossi

Norifumi Abe atau Norick Abe, pembalap Jepang yang diidolai Valentino Rossi. (Istimewa).

Norifumi Abe dikenal sebagai pembalap dengan performa konsisten di ajang MotoGP. Jika melihat statistik kariernya, Abe merupakan pembalap yang reguler finis di zona poin.

Berkat level konsistensi yang luar biasa, Abe merasakan 3 kemenangan dan 17 podium dari total 144 lomba. Prestasi terbaiknya sendiri mengakhiri 500cc (nama sebelum MotoGP) musim 1996 di posisi lima.

Sayangnya usia Abe tidak panjang. Pada 7 Oktober 2007, ia terlibat kecelakaan lalu lintas ketika mengendarai motor dan meniggal dunia. Dia ditabrak truk yang melanggar lalu lintas.

Saking hebatnya kemampuan Abe, Valentino Rossi muda sangat megidolai pembalap yang wafat pada usia 33 tahun itu. Karena kekaguman terhadap Abe, Rossi mendapat julukan Rossifumi.

Daijiro Kato dan Tadayuki Okada

Daijiro Kato_(AFP/Toshifumi Kitamura)

Daijiro Kato digadang sebagai pembalap paling berbakat asal Asia sampai saat ini. Cukup melihat data statistik untuk melihatnya. Kato merupakan juara dunia kelas 250 cc musim 2001.

Ketika naik kelas ke MotoGP 2002, ia langsung mencuri perhatian lewat torehan dua kali naik podium dua meski berstatus sebagai debutan.

Sayang karier Kato harus berakhir tragis. Dia meninggal dunia saat mengalami kecelakaan pada lomba putaran pertama MotoGP 2003. Nahasnya lomba berlangsung di GP Jepang, lomba kandangnya.

Setelah Abe dan Kato, nama Tadayuki Okada juga layak mendapat apresiasi. Okada merupakan pembalap yang super kompetitif. Total di semua kelas yang diikuti (250 cc dan 500 cc), Okada berlomba 116 kali dan merasakan 6 kemenangan plus 36 podium.

Okada merupakan runner-up kelas 250 cc musim 1994 dan juga runner-up kelas 500 cc (kini bernama MotoGP) tahun 1997. Sayang Taddy-begitu sapaan akrabnya, tidak beruntung.

Kariernya menjulang ketika 500 cc memiliki seorang Mick Doohan yang merupakan rekan setim Okada di Repsol Honda. Andai Doohan tidak ada, mungkin Okada akan merasakan titel juara dunia 500 cc.

Sumber: dari berbagai sumber

Saksikan Video Pilihan Kami: