Flashback: Wayne Rainey, Legenda GP500 dan Kecelakaan yang Mengakhiri Kariernya

Bola.com, Jakarta - Mantan pebalap motor asal Amerika Serikat, Wayne Rainey, adalah raja di lintasan balap motor GP500 di awal tahun 90-an. GP500 adalah kelas paling bergengsi di ajang balap motor sebelum era MotoGP dimulai pada 2002.

Rainey, yang kini berusia 59 tahun, adalah pemegang tiga gelar juara dunia GP500 yang diraihnya secara beruntun pada 1990, 1991, dan 1992. Sejak awal hingga akhir kariernya di GP500, Rainey cuma membalap buat tim Yamaha.

Saat masih aktif di lintasan, saingan berat Rainey adalah rider Suzuki Kevin Schwantz dan pebalap Honda, Michael Doohan. Secara bergantian, mereka menjadi pemenang lomba kelas GP500 di awal tahun 90-an

Rainey pertama kali turun di lintasan GP500 pada musim balap 1988. Pada musim debutnya, ia hanya meraih satu kemenangan dan menduduki posisi tiga di klasemen akhir.

Pada musim kedua, ia meraih tiga kemenangan dan posisinya membaik ke posisi runner up pada akhir musim balap 1989.

Masa kejayaan Rainey dimulai pada musim balap 1990. Pada musim tersebut ia meraih tujuh kemenangan dan merengkuh gelar juara dunia. Ia mengalahkan Kevin Schwantz, rivalnya sejak masih membalap di ajang Superbike di akhir tahun 80-an.

Musim berikutnya, meskipun raihan podium tertingginya menurun menjadi enam, Rainey bisa mempertahankan gelar juara dunia. Kali ini, Rainey bersaing ketat dengan Michael Doohan yang harus puas menjadi runner up.

 

Juara Dunia 1991 dan 1992

Rivalitas Wayne Rainey & Kevin Schwantz merupakan salah satu persaingan terpanas di ajang balap motor dunia. (Gpone)

Rainey meraih gelar juara dunia ketiganya secara beruntun pada musim balap GP500 1992. Pada musim ini, ia hanya naik podium tertinggi sebanyak tiga kali. Lagi-lagi Rainey unggul atas Doohan, yang bisa naik podium sebanyak lima kali, namun tampil kurang konsisten di balapan lain sehingga sering gagal mendapat poin.

Rainey yang dikenal dengan gaya balapnya yang smooth berpeluang besar meraih titel juara dunia keempat pada musim balap GP500 1993. Ia unggul 11 poin dari Schwantz saat lomba menyisakan tiga seri.

Namun nasib nahas dialami Rainey di GP Italia, 5 September 1993. Saat melaju dengan kecepatan tinggi ia terjatuh dan menghantam gravel serta pengaman di tepi trek dengan keras.

Bukan cuma gagal meneruskan lomba di GP Italia, ia juga tak bisa tampil dalam dua lomba sisa di AS dan Jarama (Spanyol). Gelar juara dunia GP500 1993 akhirnya diraih Schwantz, yang akhirnya menjadi satu-satunya gelar juara dunia yang diraih pebalap asal AS itu.

 

Lumpuh Seumur Hidup

Wayne Rainey dan Kevin Schwantz (EPA/Salvatore Di Nolfi)

Tak cukup hanya itu. Rainey kemudian divonis lumpuh dari bagian pinggang ke bawah. Akibatnya, ia harus mengakhiri karier di dunia balap motor dan memakai kursi roda seumur hidupnya.

Meski begitu, keterbatasan tak membuat semangat Rainey padam. Ia tetap wara wiri di dunia adu kebut. Rainey sempat menjadi manajer tim Marlboro Yamaha selama beberapa tahun. Ia juga sempat tampil di ajang balap Superkart.

Pada 2019, setelah 26 tahun berlalu Rainey untuk kali pertama kembali ke trek balap motor dalam sebuah acara eksebisi di Sirkuit Suzuka, Jepang. Kala itu Rainey tampil menunggangi motor Yamaha YZF-R1 yang sudah dimodifikasi khusus buat dirinya yang memiliki keterbatasan.

Saat masih aktif membalap, Rainey berhasil menjadi pemenang GP500 di sirkuit Suzuka pada 1993, musim terakhirnya sebelum pensiun akibat kecelakaan. Pada ajang eksebisi tersebut Rainey turun ke trek bersama para mantan pebalap seperti Eddie Lawson, Kenny Roberts Sr, dan Takuma Aoki.

Atas dedikasi dan penampilannya semasa masih aktif di trek balap, Rainey menerima penghargaan AMA Motorcycle Hall of Fame (1999), dinobatkan menjadi GP Legend oleh FIM (2000), dan masuk dalam International Motorsports Hall of Fame (2007). Hingga kini, Rainey masih aktif di organisasi MotoAmerica yang menjalankan ajang AMA Superbike di AS.