Flek Biru di Wajah Akibat Kebanyakan Pencerah, Atasi dengan Cara Ini

Rochimawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Angka kejadian okronosis atau kulit wajah menjadi tebal dan timbul flek biru di Indonesia terbilang besar. Penyebabnya dikarenakan banyak masyarakat yang menggunakan produk brightening hidrokuinon terlalu berlebihan dan tanpa pengawasan dokter.

Akibatnya kulit wajah menjadi tebal dan timbul flek biru karena pigmen mengendap di bawah kulit sehingga sulit dikeluarkan. Tak jarang produk tersebut beredar di online marketplace tanpa rekomendasi dokter.

Padahal hidrokuinon yang merupakan gold standard kedokteran dalam terapi hiperpigmentasi tetapi dalam penggunaannya tidak disarankan lebih dari 6 bulan serta perlu hati hati dalam penggunaan bagi ibu Hamil dan Menyusui serta kulit yang sensitif.

Hal ini tentu membuka mata Regenesis Indonesia bahwa dengan angka kejadian hiperpigmentasi yang tinggi di Indonesia karena iklim tropisnya dan pastinya memerlukan produk dengan tingkat keefektifan yang setara dengan hidrokuinon akan tetapi dengan profil keamanan yang lebih tinggi.

“Regenesis Indonesia yang merupakan Aesthetic Bussiness Provider ini menghadirkan zat aktif DEPI-ACT® COMPLEX hasil paten dari partnernya ISISPHARMA PARIS yang dilengkapi dengan suncreen yang bisa mengcover sinar UV A , UV B dan juga blue light dengan brand Neotone Prevent SPF 50 dan Neotone Sensitive,” kata Emmy Noviawaty, sales and marketing director Regenesis dalam sebuah webiner belum lama ini.

Ia menjelaskan dalam webinar ini juga mendatangkan pembicara berkaliber dunia seperti, Prof Goh Chee Leok - seorang dermatology dari Singapura, dan Dr. dr. Shannaz Nadia Yusharyahya, SpKK(K), MHA – ketua kelompok studi dermatology Geriatri di RSCM Jakarta.