Flores Timur Mulai Kekurangan Ruang Perawatan Pasien COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kekurangan ruangan untuk perawatan inap bagi para pasien COVID-19, menyusul meningkatnya kasus di wilayah itu selama sepekan terakhir.

"Kita arahkan pasien untuk melakukan isolasi mandiri. Hanya pasien yang kondisinya memerlukan perawatan insentif yang rawat inap," kata Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli, Jumat, 25 Juni 2021.

Berdasarkan laporan, jumlah kasus positif COVID-19 di wilayah paling Timur pulau Flores itu selama sepekan terakhir ini mengalami lonjakan drastis.

Pada 18 Juni 2021, misalnya, jumlah pasien COVID-19 di daerah itu tercatat sebanyak 450 orang, dengan tingkat sembuh 395, dirawat 40 orang, dan meninggal dunia 15 orang.

Namun pada 23 Juni, atau selama lima hari, jumlah kasus positif melonjak menjadi 618 kasus dengan rincian 206 dirawat, 395 sembuh, dan 17 meninggal dunia.

Agus Boli menambahkan, pemerintah sedang merenovasi ruangan inap VIP untuk dijadikan tempat perawatan bagi pasien COVID-19.

Dia mengimbau masyarakat waspada dengan menerapkan 6-M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menunda mobilisasi, menghindari kerumunan, dan menunda makan-makan bersama. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah penyebaran virus itu lebih luas di wilayah itu. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel