Flu Burung Ancam Batam, Ribuan Ayam Mati Mendadak

Laporan Wartawan Tribun Batam, Anne Maria S

TRIBUN BATAM.COM, BATAM - Sebanyak 2.070 ekor ayam dari 4.715 ekor populasi di Desa Air Raja, Kecamatan Bulang mati secara tiba-tiba. Ribuan ekor ayam yang merupakan ternak program bantuan kementerian sosial melalui Dinas Sosial Batam ini terserang wabah flu burung.

Meski belum ditemukan korban pada manusia, Kepala Dinas KP2K (Kelautan, Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan) kota Batam, Suhartini menegaskan warga untuk waspada. Sebab, penyakit pada unggas ini dapat menular kepada manusia. Apalagi, menurut pengakuannya, tak cuma di Desa Air Raja, kejadian serupa pun sudah mewabah di peternakan Sei Temiang.

"Yang di desa Air Raja itu, ada milik KUB (Kelompok Usaha Bersama) Bunga Durian, KUB Mekar Sari, KUB Sari Wati, dan ayam ayam milik peternak di sana. Sekitar bulan Januari. Kalau yang di Temiang sudah cukup lama, cuma yang baru dilaporkan yang mati sekarang," beber Suhartini, Rabu (13/2/2013) sore di Batam Centre.

Untuk jumlah unggas yang mati di Temiang, kata Suhartini jumlah pastinya belum terhitung. Sebab, banyak kematian unggas yang tidak dilaporkan peternak.

"Kalau yang baru dilaporkan ini ada 40 ekor. Nah yang sebelumnya itu tidak terdata," ujar wanita itu. Dengan kondisi seperti ini, pihaknya, akan segera melaksanakan pemusnahan unggas unggas yang berada di titik titik lokasi ribuan ayam tersebut mati secara tiba tiba.

Bahkan ia mengimbau agar masyarakat yang memiliki unggas peliharaan harus memperhatikan lebih seksama lagi sanitasi dan kesehatan unggas unggasnya.

"Yang pasti, unggas yang ada di titik KUB KUB tadi kami musnahkan juga. Dan kami juga menjaga supaya jangan sampai terjadi kebocoran penjualan ayam keluar dari titik lokasi tersebut," tegas Suhartini.

Selama ini, masyarakat yang mengikuti program bantuan ternak tersebut membeli sendiri unggas peliharaannya. Sehingga, Suhartini tidak menampik bahwa ayam ayam peliharaan KUB dan warga tersebut tidak melalui karantina.

"Ayamnya mereka beli sendiri dari Tanjunguban, nggak ada pemeriksaan lagi ke karantina. Jadi kami minta warga benar benar waspada, sebab ada lagi clade baru H5N1. Karena kasus flu burung di serahkan kepada daerah, maka kamilah yang bertanggungjawab terhadap kejadian ini. Sejak tahun 2010/2011 nggak ada lagi program dari pemerintah pusat," kata dia.

Selain waspada terhadap unggas yang masih hidup, ia juga memperingatkan agar warga yang mengkonsumsi daging ayam lebih teliti dalam membeli daging ayam.

"Namanya ayam kondisi sakit yah, tentu cirinya yang paling pasti itu yah tidak segar. Kemudian, di beberapa tempat seperti kakinya atau jenggernya ada garis garis merah seperti pendarahan atau memar," kata Suhartini. (*)

Baca juga:

  • Cagub Sumut Wajib Keluar Rumah Dinas
  • Gatot Mengaku Ditawari Alphard
  • 3 Hari Tertimbun Longsor, Jasad Wansyah Tak Ditemukan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.