Fluminense Juara Liga Brasil

Liputan6.com, Rio de Janeiro: Fluminense keluar sebagai juara Liga Brasil setelah menang dengan skor 3-2 pada laga tandang lawan Palmeiras, Ahad (11/11). Dengan tiga pertandingan tersisa, perolehan poin Fluminense tak mungkin dikejar oleh Gremio yang ada di posisi kedua karena berselisih 10 poin.

Kapten tim Fred membawa timnya meraih gelar juara untuk kedua kalinya dalam tiga tahun dengan mengumpulkan angka 76 poin dari 35 laga. "Ini merupakan kegembiraan beragam dan amat mengesankan. Penampilan tim luar biasa. Pendukung kami selalu mengikuti kami," kata Fred setelah dielu-elukan teman setimnya.

"Terima kasih Tuhan, ketika kami, dewan direktur, terima kasih pada pemain, staf pelatih, pendukung. Hanya keluarga pemain yang mengetahui bagaimana usaha yang kami lakukan selama ini sampai mendapatkan kemenangan ini," katanya.

Fred membuka gol timnya pada pertengahan babak pertama. Fluminense menambah angka mereka pada menit ke-54 lewat gol bunuh diri pemain bertahan Palmeiras, Mauricio Ramos, ketika berusaha mengamankan bola dari Fred.

Palmeiras membalas dengan dua gol dalam waktu empat menit ketika laga melewati satu jam, pertama dicetak striker Argentina Hernan Barcos dan angka sama lewat mantan pemain tengah Arsenal dan pemain Prancis Patrick Vieira.

Fred, yang selalu mendapat perhatian dari pelatih Brasil Mano Meneses tahun ini, mencetak angka kemenangan ketika mendapat umpan dari sisi kanan melalui Jean pada menit akhir, sehingga golnya menjadi 19 musim ini.

"Tim bagus dengan penampilan buruk tidak akan menjadi juara. Tim bagus dengan atmosfer baik akan membangun kekuatan tim dan bisa meraih gelar juara," kata pelatih Abel Braga. "Ini tim dengan tanpa pemain bintang secara perorangan. Bahkan Fred pun, sebagai kapten dan pencetak gol terbanyak, hanya merupakan pemain lain dalam tim kami."

Ini merupakan gelar nasional keempat bagi Fluminense, ketiga dalam kejuaraan Brasil yang dimulai pada 1971, yang juga dimenangi mereka pada turnamen 1970, yang diakui badan olahraga CBF sebagai turnamen nasional. Ribuan pendukung klub itu memenuhi berbagai kawasan di Rio untuk merayakan kemenangan sehingga menimbulkan kemacetan di berbagai jalan.(ANT/JUM)