Foke: Ini Bom Waktu yang Harus Dikendalikan

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTa - Fauzi 'Foke' Bowo mengatakan sangat mengkhawatirkan disparitas kaya dan miskin di Jakarta. Menurut gubernur DKI Jakarta itu, bukan pengendalian ekonomi yang ia khawatirkan.

"Yang saya khawatirkan adalah yang kaya  makin kaya dan yang miskin makin miskin. Ini bom waku yang harus dikendalikan dan bagamana kita merespon sejak awal," ujar Foke dihadapan puluhan anggota Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), Sabtu malam (1/9/2012).

Namun, lanjut Foke, kekhawatirannya tersebut tidak terbukti. Menurutnya orang kaya menunjukkan grafik naik dan kaum miskin menurun.

"Alhamdulilah itu tidak terjadi. Dengan sekolah kita beri prestasi yang tinggi. Ini adalah tanggung jawab kita. Kesehatan gratis," lanjut Foke yang juga kembali mencalonkan diri sebagai gubernur DKI untuk kali kedua.

Dikatakan Foke, untuk kesehatan sendiri pemerintah prosinsi DKI banyak memberikan bantuan warganya yang miskin.

Secara khusus Foke juga menyampaikan kegembiraannya karena peringkat kemiskinan DKI di Indonesia sangat rendah yaitu 3,67 persen.

Di hadapan ibu-ibu Iwapi, Foke kembali tersenyum bahwa harapan ibu perempuan di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan usia harapan hidup laki-laki.

"Kaum perempuan di Jakarta harapan hidup 78 tahun. Saya persilakan ibu-ibu menikmati harapan ibu ini.  Seventy eight years is Long way to go. Mudah-mudahan usia yang panjang ini diisi dengan amal yang bermanfaat," tutupnya.

METROPOLITAN POPULER

  • Prabowo Datang, Massa Gerindra Ancam Macetkan Jalan
  • Jokowi Dimata Masyarakat adalah Perubahan
  • Kantata Takwa Ramaikan Silaturahim Relawan Jokowi-Basuki
  • Gerindra Nilai Pelapor Prabowo Subianto Genit
  • Saya Bukan Gubernur PKI
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.