Fokus Rilis PDB AS, Rupiah Tertekan

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

INILAH.COM, Jakarta -- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (29/11/2012) diprediksi melemah seiring ekspektasi positif atas rilis pertumbuhan ekonomi AS.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah berpeluang melemah. Sebab, pasar dihadapkan pada perbedaan ekonomi AS dengan kinerja ekonomi Eropa dan negara lainnya.

Menurutnya, fokus pasar Kamis ini lebih pada penantian pasar atas rilis revisi pertumbuhan ekonomi AS nanti malam yang diperdiksi mengalami kenaikan signifikan. "Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran 9.600 hingga 9.630 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Revisi PDB AS untuk kuartal III-2012 yang akan dirilis nanti malam sudah diprediksi naik signifikan jadi 2,8% dari rilis pertama 2%. "Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang meningkat sementara negara zona euro, Inggris, China dan India yang cenderung melambat, akan mendukung kinerja positif dolar AS," ujarnya.

Pada saat yang sama, data yang dirilis Kamis ini cenderung variatif tapi condong negatif sehingga jadi tekanan negatif juga bagi rupiah. "Pada sesi pagi, pasar dihadapkan pada penjualan ritel Jepang yang sudah diprediksi lemah ke level -0,7% untuk bulan Oktober 2012 dari publikasi sebelumnya 0,4%," tuturnya.

Begitu juga dengan belanja modal swasta Australia yang juga melemah untuk September 2012. Angkanya hanya tumbuh 2,1% atau lebih rendah dari dari publikasi sebelumnya 3,4%. Nasib serupa, penyaluran kredit Inggris yang diprediksi turun untuk Oktober 2012. "Datanya, hanya bertambah 900 juta poundsterling dari publikasi sebelumnya 1,7 miliar poundsterling," tutur dia.

Meskipun, kata Firman, data PDB Swiss sudah diprediksi meningkat jadi 0,2% untuk kuartal III-2012 dari kuartal sebelumnya -0,1% dan klaim pengangguran Jerman yang berkurang. "Angkanya hanya naik 15.000 tapi lebih rendah dari sebelumnya yang bertambah 20 ribu," ucapnya. "Jadi, secara umum, sentimen negatif akan lebih dominan."

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (28/11/2012) ditutup melemah tipis 5 poin (0,051%) ke posisi 9.615/9.620.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...