Fokuskan Pembangunan SDM, Kementan Kembali Buka Kesempatan Tugas Belajar untuk Tingkatkan Kualitas ASN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Selain infrastruktur, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, akan difokuskan pada pembangunan SDM.

Kunci untuk meningkatkan daya saing dan inovasi sumber daya manusia (SDM) adalah pendidikan. Untuk itu, Kementerian Pertanian memberikan kesempatan insan pertanian untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur tugas belajar.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan peningkatan kualitas SDM sangat penting untuk dilakukan.

"SDM memegang peranan penting untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, kita memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan," katanya.

Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan membuka kesempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kementan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).

Menggandeng Unit Usaha Otonom Penyelenggaraan Tes BAPPENAS BPPSDMP menggelar Tes Potensi Akademik (TPA) bagi calon peserta tugas belajar program Magister (S2) dan Doktor (S3) Lingkup Kementan untuk semester genap tahun 2022 di Bogor (23/11).

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 100 orang ASN lingkup Kementan ini, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, kembali mengingatkan pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam upaya menopang transformasi pertanian.

“Jadi sebelum teknologi dan lainnya, yang pertama adalah SDM dulu. Mindset harus diubah, ini tugas kita bersama dalam transformasi pertanian dari yang sebelumnya pertanian tradisional menjadi modern,” ungkapnya.

Dedi pun menjelaskan, menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian dan tersedianya sarpras pertanian menjadi arah kebijakan Kementan, untuk itu BPPSDMP terus berupaya meningkatkan kualitas SDM Pertanian termasuk ASN lingkup Kementan melalui kesempatan meningkatkan pendidikan melalui tugas belajar.

“Kalian merupakan orang-orang terpilih untuk melanjutkan pendidikan. Pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya agar menjadi ASN professional yakni memiliki kompetensi sesuai dengan profesi yang ditekuni, mempunyai pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi dan atribut lain yang diperlukan agar dapat berhasil dalam pekerjaannya," katanya.

Ia berharap insan SDM menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain.

"Tak hanya itu, ASN pun harus memiliki kemampuan untuk menghadapi hambatan atau kemampuan untuk meraih kesuksesan. Kunci berhasilnya pembangunan pertanian tak hanya ada pada petani dan penyuluh tetapi juga ada pada ASN lingkup Kementan,” jelas Dedi.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas SDM lingkup Kementan diatur oleh Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Juga Surat Edaran Menteri PAN dan RB No.04 Tahun 2013, tanggal 25 Maret 2013, tentang Pemberian Tugas Belajar dan Izin Belajar serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pemberian Tugas Belajar Dan Izin Belajar PNS Lingkup Kementerian Pertanian.

“Kementan memberikan kesempatan tugas belajar kepada ASN lingkup Kementan untuk meningkatkan pengetahuan akademik dan/atau Profesi, Keterampilan dan Sikap PNS di Lingkungan Kementerian Pertanian agar lebih mampu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kebutuhan kedinasan dan dapat dipertanggungjawabkan. Maka jangan sia-siakan kesempatan ini,” ujar Siti Munifah.

Secara teknis, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan tugas belajar ini melalui proses penyaringan yang ketat.

"Penyaringan diakukan mulai dari tes potensi akademik serta psikotes," jelas Idha.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel