Food estate membuat petani Temanggung fokus pada produktivitas

·Bacaan 5 menit

Lahan di sekitar kawasan Embung Bansari di lereng Gunung Sindoro Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini menghijau dengan tanaman bawang merah dan bawang putih.

Keberadaan tanaman hortikultura di areal yang begitu luas tersebut merupakan program food estate atau lumbung pangan dari Kementerian Pertanian.

Pengolahan lahan food estate bidang hortikultura ini dilakukan dengan menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) sehingga bisa lebih efisien, karena dapat menghemat waktu dan tenaga kerja.

Para petani di kawasan tersebut sudah terbiasa melakukan budi daya hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai karena kawasan pegunungan ini memang cocok untuk komoditas tersebut. Hal ini menjadi pertimbangan Kementerian Pertanian menjadikan Temanggung sebagai salah satu kawasan food estate.

Baca juga: Mentan: Temanggung-Wonosobo jadi percontohan food estate hortikultura

Baca juga: Desa Lamuk di Wonosobo tepat sebagai lahan "food estate"

Cukup Menjanjikan

Program food estate yang cukup menjanjikan dengan adanya kepastian pasar dan harga hasil panen ini mendapat sambutan baik dari kalangan petani di Kabupaten Temanggung, karena selama ini harga hasil panen hortikultura cenderung anjlok saat panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto menyebutkan ada lima kecamatan yang siap mengikuti program tersebut yakni Bansari, Bulu, Parakan, Kledung, dan Ngadirejo dengan total luas lahan 339 hektare.

Komoditas tanaman yang dibudidayakan dalam program ini meliputi bawang merah, bawang putih, cabai, dan kentang.

Menurut dia lahan paling luas berada di Kecamatan Bansari mencapai 169 hektare karena keempat komoditas tersebut ditanam di daerah ini, yakni bawang merah dengan luas 96 hektare, bawang putih 60 hektare, cabai 12 hektare.

Kemudian kentang baru dicoba seluas 1 hektare, karena secara ketinggian masih kurang. Di Bansari ketinggian sekitar 1.200 mdpl, padahal minimal sekitar 1.400-1.500 mdpl.

Selanjutnya di Kecamatan Kledung dengan luas lahan 120 hektare dengan komoditas bawang putih, Bulu 35 hektare bawang merah, Ngadirejo 10 hektare cabai, dan Kecamatan Parakan seluas 10 hektare untuk komoditas bawang merah.

Joko menyampaikan program food estate tersebut melibatkan 32 kelompok tani, terdiri atas 1.120 petani.

Dalam program ini hasil panen sudah ada off taker atau pembeli yang akan menampungnya (penampung) dengan harga yang sudah ditentukan dalam perjanjian kerja sama.

Dalam program ini kelompok tani melakukan kontrak kerja sama dengan penampung yang nanti akan membeli hasil panen.

Baca juga: Presiden Jokowi tanam cabai saat hujan deras di Wonosobo
Baca juga: Mentan ingin peningkatan food estate hortikultura di Temanggung

Presiden Apresiasi

Presiden Joko Widodo saat meninjau kawasan food estate di sekitar Embung Bansari Kabupaten Temanggung mengapresiasi program itu, apalagi dengan adanya penampung maka ada kepastian harga, kepastian yang membeli, sehingga harga tidak dipermainkan oleh para tengkulak.

Presiden berharap melalui program itu, produktivitas hortikultura bisa meningkat dan petani mendapat jaminan harga yang menguntungkan.

Apalagi menurut Presiden ada bantuan benih hortikultura sehingga diharapkan pendapatan petani akan meningkat.

Presiden berjanji akan memantau produktifitas hortikultura itu saat panen dan dikalkulasikan dengan biaya produksinya. "Maka ketemu bahwa para petani memang mendapatkan keuntungan dari tanam bawang merah ini," katanya.

Seorang petani warga Desa Balesari, Kecamatan Bansari, Supriyadi menilai program food estate ini bagus karena sudah ada jaminan harga dari penampung hasil panen nanti berdasarkan kontrak.

Ia mengatakan, biasanya penjualan bawang merah mengikuti harga pasar, saat harga jatuh hanya laku Rp5.000 per kilogram dan kalau beruntung bisa mencapai Rp15.000 per kilogram. "Dengan food estate ini harga sesuai perjanjian sehingga kami tidak usah memikirkan pemasaran, yang penting kami bekerja untuk meningkatkan produksi," katanya.

Ketua Kelompok Tani Arga Pranajaya Desa Balesari Kecamatan Bansari, Siswanto mengatakan sejumlah perusahaan menjadi penampung dalam program food estate ini, antara lain PT Semangat Bersama Enterpreneurship, CV Sudah Ada, dan PT Calbee Wings Food.

Ia menyebutkan dalam perjanjian dengan penampung, harga untuk bawang putih kering askit (setengah kering) Rp12.500 per kilogram dan bawang merah Rp10.000 per kilogram, sedangkan harga cabai masih mengikuti harga pasar.

Ia menyebutkan kelompok taninya pada pertengahan Januari 2022 diperkirakan sudah mulai panen bawang merah dan di bulan Februari 2022 mulai panen bawang putih. Bawang merah bisa panen umur 70 hari dan bawang putih dipanen setelah 120 hari.

Baca juga: Mentan: Temanggung dijadikan salah satu super prioritas pertanian

Baca juga: Mentan sebut Program Food Estate Sumba Tengah mampu atasi kemiskinan

Harapan Kelompok Tani

Menurut dia, program food estate ini menjadi harapan bagi kelompok tani, karena kalau sendiri-sendiri penjualan hasil panen akan mengalami kesulitan, tetapi dengan berkorporasi atau berkelompok pemerintah berusaha untuk menjembatani kelompok tani untuk menyambungkan dengan pasar sehingga ada kepastian pasarnya.

Dengan pendampingan itu maka ada transfer teknologi, bimbingan dalam berkelompok, bantuan benih dan pemasaran.

Siswanto menyampaikan selain dari penampung yang siap membeli hasil panen petani, dua perusahaan lain juga melakukan kontrak pembelian bawang putih dengan kelompok tani di Kecamatan Bansari setelah Presiden Joko Widodo berkunjung ke daerah tersebut.

Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja di Temanggung pada Selasa (14/12) menerima keluhan dari para petani di Kecamatan Bansari yang enggan menanam bawang putih karena harganya turun, yang dipicu oleh masuknya impor bawang putih pada saat panen.

Ia menyebutkan dua perusahaan tersebut, yakni PT Brebes Bumi Indonesia dan PT Prima Kontainer Utama, masing-masing akan membeli bawang putih dari Kelompok Tani Sejahtera IV Desa Mranggen Kidul, Kecamatan Bansari sebanyak 50 ton dan dari Kelompok Tani Arga Pranajaya juga 50 ton.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Jokowi kemarin dan respons cepat dari Kementerian Perdagangan yang langsung menanggapi keluhan petani tentang harga bawang putih dengan mendatangkan pembeli," katanya.

Ia berharap pengusaha yang lain juga ikut melakukan pembelian di kelompok-kelompok tani di daerah Bansari khususnya dan Temanggung pada umumnya.

Kabupaten Temanggung ini merupakan salah satu lumbung untuk bawang putih lokal sehingga harus terus berproduksi dengan jaminan harga panen yang menguntungkan.

Ia menuturkan dari luasan lahan Kelompok Tani Sejahtera IV Desa Mranggen Kidul dan Kelompok Tani Arga Pranajaya Desa Balesari diperkirakan menghasilkan bawang putih sebanyak 400 ton.

Menurut dia kontrak pembelian sebanyak 100 ton dari dua perusahaan tersebut sangat membantu petani, karena hasil panen nanti juga dibeli pengusaha yang lain dan sebagian untuk benih.

Dengan kepastian pembelian hasil panen dalam program food estate ini semoga dapat menguntungkan petani sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Baca juga: KSP : "Food Estate" di Sumba Tengah buat waktu tanam lebih cepat

Baca juga: Luhut "groundbreaking" pusat penelitian herbal-hortikultura Sumut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel