Food Station serap delapan ton gabah produksi petani Jakarta Utara

BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya menyerap delapan ton gabah produksi kelompok tani di Rorotan, Jakarta Utara setelah panen di lahan seluas 314 hektare.

"Hasil panen itu kami bawa ke pabrik pengolahan beras kami di Subang," kata Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo di Jakarta, Rabu.

Nantinya, lanjut dia, seluruh hasil panen bisa diserap oleh BUMD DKI itu untuk memenuhi kebutuhan di Ibu Kota termasuk dipasarkan ke luar daerah.

"Semuanya bisa kami serap. Untuk musim tanam berikutnya akan di tanam varietas Muncul yang bibitnya akan dibantu Pemprov DKI melalui Dinas Ketahanan Pangan," katanya.

Baca juga: Kelompok tani di Jakarta Utara panen padi di dekat TPU Rorotan

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati menjelaskan di Rorotan ada 350 petani yang tergabung dalam sembilan kelompok tani.

Hasil pertanian sebanyak delapan ton yang diserap Food Station itu senilai Rp35,8 juta.

"Mudah-mudahan Food Station ke depannya berkenan bekerja sama lebih lanjut dengan kelompok kami," ucapnya.

Adapun panen di Rorotan dihadiri langsung Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria yang memanen secara simbolis panen padi di utara Jakarta itu.

Baca juga: BPS DKI perkirakan luas panen padi di Jakarta berkurang 336,11 hektar

Dinas KPKP Jakarta menyebutkan Ibu Kota memiliki lahan baku sawah seluas total 414 hektare di tiga wilayah yakni Jakarta Utara yang paling luas mencapai 341 hektare, Jakarta Barat seluas 45 hektare dan Jakarta Timur 28 hektare.

Jenis padi yang ditanam adalah varietas Ciherang, Mikongga, Inpari 30, IR-30, dan IR-32 dengan produktivitas rata rata mencapai 6,5 ton per haktare.

Adapun kapasitas produksi di Jakarta Utara mencapai 4.433 ton per tahun, Jakarta Barat sebanyak 585 ton per tahun dan Jakarta Timur mencapai 364 ton per tahun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel