Forkopimda Kota Probolinggo memperkuat penanganan konflik sosial

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo, Jawa Timur melakukan upaya untuk memperkuat penanganan konflik sosial yang terjadi di wilayahnya dengan melakukan koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin di ruang Command Center kota setempat, Jumat.

"Koordinasi dan sinergi tersebut dapat memperkuat kapasitas dan kapabilitas dalam deteksi dini hingga menanggulangi ancaman segregasi (pemisahan/pengucilan) sosial dan gangguan keamanan," kata Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat memimpin rapat.

Pokok persoalan yang dibahas yakni seputar potensi badai akibat cuaca ekstrem, peningkatan potensi kriminalitas, masifnya pemberitaan penyakit mulut dan kuku (PMK), fluktuatif harga minyak goreng hingga penerapan protokol kesehatan masyarakat di masa pandemi COVID-19.

"Saat ini kasus COVID-19 semakin terkendali, sehingga pemerintah memutuskan kebijakan kelonggaran aturan pemakaian masker," ujar Wali Kota yang biasa dipanggil Habib Hadi itu pula.

Ia mengatakan hal itu bukti dari adanya kekompakan masyarakat, namun bagi warga yang sakit dan sedang beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan dan alat transportasi umum, tetap harus menggunakan masker karena pandemi belum berakhir.

Kemudian terkait ketertiban keamanan dan lingkungan, serta cuaca tidak menentu yang terjadi dan potensi yang ditimbulkan menjadi ancaman bersama yang betul-betul harus diperhatikan dan menjadi waspada.

"Seperti kondisi hujan dan angin kencang, potensi pohon rawan roboh, antisipasi adanya musibah banjir dan meningkatnya kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)," katanya pula.

Sementara Kapolresta Probolinggo Wadi Sa'bani mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap upaya pencegahan konflik sosial, sehingga hal tersebut perlu direspons dengan baik dan terukur sesuai dengan pendekatan penanganan konflik sosial yang semakin humanis.

Sebagai tindak lanjut hasil dari kegiatan tersebut, Wali Kota Habib Hadi mengimbau jajaran pemkot melalui timnya menjadi ujung tombak koordinasi penanganan konflik sosial yang optimal dari dampak pandemi serta menjadi media sinergi yang baik untuk mewujudkan Kota Probolinggo semakin lebih baik lagi ke depannya.

"Saya berharap rapat koordinasi itu tetap menjadi media sinergi yang baik untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang aman, tenteram, damai dan sejahtera," ujarnya lagi.
Baca juga: Banjir terjang 11 desa di Kabupaten Probolinggo
Baca juga: DKPH dan Polres Probolinggo sasar kandang komunal antisipasi PMK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel