Format EURO 2020 Jadi Lelucon yang Bikin Timnas Wales Tersingkir

·Bacaan 1 menit

VIVA – Bek Timnas Wales, Chris Gunter, menganggap format EURO 2020 adalah lelucon yang membuat negaranya tersingkir di babak 16 besar. Bahkan, Gunter menuduh UEFA telah membuat Timnas Wales menderita di EURO 2020.

Timnas Wales harus angkat koper lebih cepat dari EURO 2020 usai dihajar Denmark 0-4 dalam pertandingan babak 16 besar yang digelar di Johan Cruyff Arena, Sabtu 27 Juni 2021.

Laga tersebut merupakan kali pertama Denmark main di luar Kopenhagen. Sementara, Wales harus melakukan perjalanan lebih dari 5.300 mil usai memainkan pertandingan fase grup di Baku, Azerbaijan dan Roma, Italia.

"Dihapus sebelum sekantong udara ditendang, 3.000 mil dari rumah. Setiap negara memiliki penggemar ke mana pun mereka pergi," tulis Gunter di akun Instagram pribadinya, Minggu 28 Juni 2021.

"Selain dari 350 orang yang melanggar peraturan pemerintah dan rekening bank untuk berada di sana, Anda dan kami pantas mendapatkan lebih banyak lelucon yang dibuat dari sebuah turnamen, tapi siapa bilang hidup itu adil," ucapnya.

Setelah mendapat sedikit dukungan di Baku dan Roma, karena pembatasan virus Corona, Wales kemudian diberitahu oleh pemerintah Belanda bahwa pendukung mereka dilarang memasuki negara Kincir Angin tersebut.

Namun, para pendukung Denmark diizinkan dan bagaimana pun, tetap ada penggemar Wales yang berhasil masuk ke Johann Cruyff Arena, meski jumlahnya kalah banyak.

"Tenang, angkat dagumu, kami akan baik-baik saja, percayalah padaku. Kami tidak pantas mendapatkan skor itu tapi siapa bilang hidup itu adil," lanjut Gunter.

"Menangislah, tetapi kemudina tersenyumlah bahwa kita sedang makan di meja teratas lagi. Dan lebih banyak yang tersenyum bahwa kami akan kembali, dan kami akan menjadi orang-orang dengan stadion penuh yang menyanyikan lagu kebangsaan kami yang pantas kami dapatkan," ungkap penggawa Charlton Athletic tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel