Formula E Kemungkinan Digelar di Adelaide

Matt Kew
·Bacaan 2 menit

Pekan lalu, Komisi Turis Australia Selatan (SATC) mengumumkan keputusannya untuk membatalkan agenda Supercars. Padahal, SATC memiliki kontrak dengan ajang balap tersebut sampai tahun 2021.

Menurunnya jumlah kehadiran fan karena pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan ajang balap tersebut dibatalkan.

Akan tetapi, Motorsport.com memahami bahwa absennya Adelaide dari ajang Supercars membuka kemungkinan Formula E untuk menggelar balapan pertamanya di Australia.

Alberto Longo, co-founder dan chief championship officer FE, memberitahu Motorsport.com: "Australia adalah pasar yang menunjukan minat terhadap e-mobility, dengan penjualan kendaraan bertenaga listrik yang meningkat sampai tiga kali lipat tahun lalu.

"Kami saat ini tengah berdiskusi dengan beberapa kota di seluruh dunia dan seantero Australasia untuk menggelar balapan - termasuk Adelaide yang memiliki warisan motorsport dan teknologi masa depan - tapi tetap prioritas kami adalah menggelar balapan yang aman dan sukses untuk musim depan."

Baca Juga:

Formula E dan Supercars masuk ke dalam sistem poin Superlicence F1 Di Grassi bertarung di London demi gelar Formula E

Bulan lalu, Adelaide Advertiser melaporkan bahwa Business SA telah menyerahkan beberapa dokumen ke pemerintah negara bagian Australia Selatan agar bisa menggelar balapan FE. Adanya balapan FE dinilai bisa memulihkan ekonomi.

Balapan FE juga bisa menjadi bagian dari festival E-motion, yang mana Adelaide bisa mempromosikan teknologi energi terbarukan dan sejarah pabrikan otomotif mereka.

Chief executive Business SA, Martin Haese, yang juga mantan walikota Adelaide, mengatakan: "Lupakan Formula 1, Formula E adalah masa depan balap mobil.

"Balap mobil, teknologi, energi terbarukan serta pesta jalanan yang menyenangkan menjadi satu, dan Australia Selatan adalah negara bagian yang cocok untuk menyelenggarakan hal itu."

Merespon pengumuman pembatalan Adelaide 500, chief executive SATC, Rodney Harrex, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin melakukan perpanjangan kontrak.

"Australia Selatan adalah salah satu lokasi primer di negara ini, dan kami akan terus melakukan investasi di bidang olahraga, budaya serta acara-acara kesenian untuk menstimulasi ekonomi kami," ucap Rodney.

"Dikarenakan tingginya tingkat ketidakpastian untuk melanjutkan balapan di tahun 2021 serta menurunnya penggemar olahraga balap, keputusan harus diambil. Balapan tidak bisa digelar sampai tahun depan, dan kami putuskan untuk tidak memperpanjang kontrak balapan," tambahnya.