Formula E Sudah Diskusi dengan Beberapa Tim Pengganti Audi-BMW

Muhammad Pratama Supriyadillah
·Bacaan 1 menit

Pernyataan mengejutkan dilontarkan oleh dua pabrikan besar otomotif, Audi dan BMW. Kedua produsen asal Jerman tersebut memutuskan keluar dari program Formula E selepas 2021.

Audi menjadi pabrikan pertama yang menyatakan mundur dari ajang balap mobil elektrik tersebut. Keputusan Audi itu kemudian diikuti oleh BMW.

Khusus untuk Audi, mereka menyatakan ingin fokus membangun tim Ajang Balap Ketahanan (WEC) mereka. Beberapa regulasi baru yang nantinya diterapkan WEC memang membuat Audi kembali tertarik turun di ajang tersebut.

Lantas ada dua slot kosong pada grid Formula E selepas musim ketujuhnya. Namun, menurut Jamie Reigle selaku chief executive Formula E, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pabrikan mobil.

Maximilian Gunther, BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.21

Maximilian Gunther, BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.21<span class="copyright">Sam Bloxham / Motorsport Images</span>
Maximilian Gunther, BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.21Sam Bloxham / Motorsport Images

Sam Bloxham / Motorsport Images

McLaren menjadi salah satu tim yang sudah mencapai kata sepakat untuk balapan sebagai tim di Formula E selepas 2021.

Dengan kedatangan McLaren, Formula E pun optimistis bisa menggelar satu musim penuh dengan 12 tim berada di atas grid.

"Ada banyak pabrikan otomotif yang saat ini tengah berada di masa transisi ke energi listrik. Dan kami pikir, apa yang kami tawarkan, sangat menarik minat mereka yang sedang melakukan riset dan pengembangan," Reigle mengakhiri.