Forum kerja sama ekonomi dibuka di China, soroti peluang baru RCEP

Forum Kerja Sama Ekonomi Teluk Pan-Beibu ke-12 dibuka pada Jumat (8/7) di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, menyoroti peluang bersama yang dihadirkan oleh Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

RCEP memberikan kemudahan yang lebih besar bagi perdagangan antara China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Selain itu, Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru merupakan platform penting bagi implementasi RCEP, ujar Low Yen Ling, Menteri Negara dalam Kementerian Perdagangan dan Industri dan Kementerian Budaya, Masyarakat, dan Pemuda Singapura.

Basilio Dias Araujo, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, mengatakan volume perdagangan antara Indonesia dan China pada 2021 sudah mencapai 124,3 miliar dolar AS, meningkat 58,4 persen secara tahunan (yoy). Pada tahun yang sama, investasi dari China ke Indonesia mencapai 3,2 miliar dolar AS, menjadikan China sebagai negara investor terbesar ketiga di Indonesia.

"Dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, kerja sama Indonesia-China masih punya potensi yang sangat besar, terutama di bidang investasi," tambah Basilio, "Pada saat pandemi COVID-19 sudah terkendali dan negara-negara mempercepat pendorongan pemulihan ekonomi, diharapkan forum ini sebagai satu platform kerja sama international bisa mendorong kerja sama pragmatis Indonesia-China menghasilkan kemajuan yang baru."

Sejauh ini, Pelabuhan Teluk Beibu telah mengoperasikan 71 rute kontainer, menghubungkan pelabuhan itu dengan lebih dari 200 pelabuhan yang berlokasi di lebih dari 100 negara dan kawasan. Ketika RCEP diimplementasi, momentum pertumbuhan perdagangan elektronik lintas perbatasan semakin meningkat.

Baru-baru ini, rute kargo udara dari Naning ke kuala lumpur, Jakarta, Phnom Penh dan Yangon akan dibuka berturut-turut. Rute kargo udara Nanning-Jakarta, yang dijadwalkan membukanya pada bulan Juli, terutama digunakan untuk pengiriman barang-barang perdagangan elektronik lintas perbatasan.

"Dengan implementasi RCEP dan ledakan pembangunan Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru, kami memperkirakan Pelabuhan Teluk Beibu akan menyambut periode baru perkembangan pesat," ujar Li Yanqiang, chairman Beibu Gulf Port Group.

Dalam forum yang digelar baik secara daring maupun luring itu, para peserta juga bertukar pandangan tentang topik lainnya, seperti meningkatkan kualitas rantai industri, melakukan integrasi ke dalam pembangunan bersama Sabuk dan Jalur Sutra, serta membangun Teluk Beibu menjadi pelabuhan gerbang internasional dan pelabuhan pusat.

Diluncurkan pada 2006, Forum Kerja Sama Ekonomi Teluk Pan-Beibu merupakan platform untuk membahas kerja sama antara China dan ASEAN.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel