Forum Komunikasi Induk Cabor Tuntut Penyempurnaan Regulasi Olahraga

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Forum Komunikasi Induk Cabor Indonesia baru saja menggelar diskusi virtual atau webinar yang dimoderatori oleh Eddy Fadil Rahman. Terdapat 15 cabang olahraga yang ikut dalam webinar tersebut.

15 cabor itu adalah PP IJBA (Jetski), PP Persambi (Sambo), PB Porlasi (Layar), PP PTMSI (Tenis Meja), PB IPSI (Pencak Silat), PB JI (Jujitsu), PB FOPI (Petanque), PB PODSI (Dayung), PB PERSANI (Senam), PB POBSI (Biliard), PB PERBASI (Basket), PB Perkemi (Kempo), PB MPI (Modern Pentathlon), PB Pelti (Tenis Lapangan) dan PB Porgatsi (Gateball).

Seluruhnya sepakat perlunya dilakukan penyempurnaan regulasi keolahragaan demi proses pembinaan yang lebih baik.

"Bahwa opini yang ada selama ini di pihak Kemenpora dukungan atas proses peningkatan prestasi olahraga Indonesia lebih cenderung dukungan kepada keikutsertaan atlet pada kegiatan multi event internasional seperti Olimpiade Asian Games, Asian Beach Games serta Sea Games. Sementara kegiatan yang single event seperti Kejuaraan Dunia, Asia maupun regional selama ini kurang mendapat perhatian," ujar Renaldi yang selaku Sekjen PB IJBA.

Forum Komunikasi Induk Cabang Olahraga Indonesia mengusulkan kepada pemerintah agar dilakukan penyempurnaan regulasi keolahragaan dalam hal ini adalah perundang-undangan beserta turunannya baik regulasi menyangkut teknis keolahragaan maupun regulasi menyangkut dukungan anggaran yang memadai bagi pelaksanaan proses pembinaan prestasi olahraga nasional.

Diungkapkan juru bicara Forum Komunikasi Induk Cabang Olahraga Indonesia, Renaldi Duyoh, penyempurnaan yang dimaksud adalah menyederhanakan regulasi teknis yang dianggap berlebihan dan tidak memberikan ruang fleksibel dalam mendukung proses pembinaan prestasi olahraga. Prestasi olahraga di single event juga patut diperhatikan.

Diskusi yang merupakan refleksi akhir tahun 2020 ini pada prinsipnya menindaklanjuti pernyataan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September 2020 lalu.

Presiden Jokowi secara gamblang mengatakan bahwa proses peningkatan prestasi olahraga Indonesia harus dirombak total terutama pada sistem tata kelola pembinaan keolahragaan.

Namun, Forum Komunikasi Induk Cabang Olahraga Indonesia melihat belum ada gerakan nyata yang dilakukan oleh Kemenpora agar arahan tersebut segera dilaksanakan.

Dalam kesempatan diskusi yang berlangsung selama 3 jam itu, Forum Komunikasi Induk Cabang Olahraga Indonesia menyarankan agar Menpora Zainudin Amali secara rutin menjalin komunikasi dengan seluruh induk cabang olahraga yang ada.

"Selama ini induk cabang olahraga merasa kesulitan untuk melakukan audensi dengan Menpora yang sebenarnya telah ada tradisi rutin dilakukan oleh beberapa Menpora sebelumnya," tutur Renaldi.

Hal ini dimaksud agar Menpora dapat mendengar dan menerima langsung masukan-masukan dari para pengurus induk cabang olahraga dalam rangka bersinergi untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.