Forum Religion Twenty Resmi Digelar, Presiden Jokowi dan Wapres Dipastikan Tak Hadir

Merdeka.com - Merdeka.com - Forum Religion Twenty (R20), salah satu rangkaian acara dari G20 dimulai hari ini, Rabu (2/11) di Grand Hyatt Nusa Dua Bali. Sejumlah tokoh tampak hadir seperti Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri BUM Erick Thohir. Terlihat juga perwakilan dari petinggi Liga Muslim Dunia.

"Selamat datang kepada para hadirin semua di Bali," kata Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf, sebagai inisiator dari lahirnya acara R20 saat pidato pembukaan, Rabu (2/10).

Informasi dihimpun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dipastikan tak hadir pada acara ini. Pidato sambutan pembuka dari Jokowi akan disampaikan melalui siaran video taping.

Menurut jadwal kenegaraan yang diterima dari Istana, Kepala Negara dijadwalkan ke JIEXPO Kemayoran Jakarta untuk menghadiri perhelatan Indo Defence 2022 yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan, hari ini. Sedangkan Wapres Ma'ruf Amin diketahui tengah berada di Uni Emirat Arab untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim COP 27 di Mesir.

Diketahui, R20 adalah forum yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai rangkaian menuju acara dari G20. Forum ini bertujuan untuk menjembatani konsep dialog tradisional antar agama yang berlangsung selama beberapa dekade dengan hasil dan tujuan yang dinilai konkret.

R20 sendiri akan diisi oleh peserta dari berbagai negara. Total, ada 464 orang dan 170 di antaranya dari luar negeri yang berasal dari lima benua. Para pemimpin agama, sekte, dan aliran kepercayaan ini akan berdiskusi bagaimana agama efektif berkontribusi bagi perbaikan ekonomi-politik global.

Harapannya, dalam forum yang berlangsung selama 2-3 November 2022 di Nusa Dua Bali ini, Indonesia dan seluruh perwakilan yang hadir dapat memberi solusi dalam membangun hubungan antar manusia dan hal yang bersinggungan baik Timur dan Barat dapat terwujud.

Selain itu, R20 juga dilaksanakan juga dalam rangka untuk mencegah konsep atau inisiatif yang salah atau mencurigakan, ataupun yang menyebabkan bentrokan antara peradaban dan budaya.

Lima Tema Besar Forum R20

R20 akan membahas lima tema besar selama dua hari ke depan. Pertama, kepedihan sejarah, pengungkapan kebenaran, rekonsiliasi, dan pengampunan. Kedua, mengidentifikasi dan merangkul nilai-nilai milia yang bersumber dari agama dan peradaban besar dunia.

Ketiga, nilai-nilai yang perlu dilepas oleh tradisi masing-masing untuk memastikan agama berfungsi sebagai solusi sejati dan bukan masalah. Keempat, adalah tentang nilai-nilai yang perlu dikembangkan untuk memastikan koeksistensi damai dan kelima adalah ekologi spiritual.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [lia]