Fosil Janin Manusia yang Lahir Cacat Ditemukan

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah

VIVA – Fosil janin manusia yang lahir cacat dari era Mesir Kuno ditemukan. Padahal, sebelumnya dianggap sebagai fosil burung lantaran mirip elang namun berukuran kecil. Usai dilakukan CT scan, para ilmuwan kaget karena mumi kecil berusia 2.100 tahun itu ternyata sisa janin manusia yang lahir cacat pada usia 28 minggu.

Dari situs Science Alert, Senin, 8 Juni 2020, mumi tersebut tersimpan dalam Museum Maidstone di Inggris. Peti mati yang digunakan untuk mengubur memang seukuran burung tapi memiliki gambar kepala elang yang dicat emas.

Ilmuwan Andrew Nelson menuturkan hieroglif pada peti mati tersebut mengacu pada Horus, dewa langit berkepala elang dari era Mesir Kuno.

Pada zaman tersebut praktik mumifikasi hewan menjadi sangat umum. Mulai dari mayat buaya hingga kucing. Oleh sebab itu penemuan mumi kecil ini sempat dianggap fosil burung.

Mumi yang satu ini ditemukan memiliki posisi lengan yang menyilang di atas dada yang seharusnya menggambarkan bahwa itu bukan elang. Ahli museum awalnya mengira itu adalah monyet lalu kemudian dilakukan penelitian yang lebih mendalam.

Nelson dan tim peneliti lainnya lalu menemukan mumi itu merupakan janin laki-laki manusia usia kehamilan antara 22 hingga 28 minggu. Ia memiliki kelainan tulang belakang yang parah dan cacat lahir, sehingga otak dan tengkorak tidak bisa berkembang dengan baik.

"Dari hasil pemindaian resolusi tertinggi itu kita mengetahui bahwa ia menderita anensefali. Janin itu akan mati saat dilahirkan. Tidak akan hidup saat sudah dilahirkan," ungkap Nelson.

Ia melanjutkan jika seluruh bagian kepalanya tidak terbentuk sempurna serta lengkungan tulang belakangnya tidak tertutup. Posisi tulang telinga pun ada di belakang kepala. Adapun tulang jarinya tumbuh normal namun bibirnya sumbing.

Cara bagaimana janin itu dimakamkan menandakan keluarganya memperlakukannya dengan istimewa. Menurut Nelson, keadaan janin itu menjadi momen yang tragis bagi keluarganya dan membuat mereka harus kehilangan calon anggota keluarga yang baru.