Fosil Paus Purba yang Hidup Puluhan Juta Tahun Lalu Ditemukan di Mesir

·Bacaan 1 menit

Sejumlah ilmuwan di Mesir telah mengidentifikasi fosil purba terbaru yang ditemukan di Padang Pasir Barat, Mesir.

Menurut mereka, fosil tersebut adalah spesies paus berkaki empat yang hidup sekitar 43 juta tahun lalu. Spesies itu dinamai Phiomicetus Anubis.

Nama ini disematkan karena fosil tengkorak yang ditemukan menyerupai Anubis, dewa Mesir kuno berkepala anjing.

Nenek moyang paus modern ditengarai berwujud mamalia seperti rusa yang hidup di darat dalam kurun 10 juta tahun.

Spesies Phiomicetus Anubis punya rahang kuat untuk menangkap mangsa. Bobot tubuhnya diperkirakan mencapai 600 kilogram dan panjang badannya tiga meter, sebagaimana dipaparkan kajian yang dimuat jurnal ilmiah Proceedings of the Royal Society B pada Rabu (25/08).

Spesies paus ini disebut dapat berjalan di darat dan berenang di air.

Fosil purba spesies ini ditemukan dalam kondisi tidak utuh di Cekungan Fayum, Mesir, yang sarat dengan fosil. Saat ini area tersebut merupakan padang pasir, namun dulunya kawasan itu adalah bagian dari laut.

"Phiomicetus Anubis adalah spesies baru paus yang menjadi kunci dan temuan penting bagi paleontologi Mesir dan Afrika," kata pemimpin kajian dari Universitas Mansoura, Abdullah Gohar, kepada kantor berita Reuters.

Fosil paus purba yang ditemukan di Mesir bukanlah fosil paus berkaki pertama yang ditemukan di dunia. Akan tetapi Phiomicetus Anubis diyakini merupakan paus semi-akuatik tipe paling awal yang ditemukan di Benua Afrika.

Spesies paus diyakini berkembang pertama kali di kawasan Asia Selayan sekitar 50 juta tahun lalu.

Pada 2011, sekelompok ahli paleontologi di Peru menemukan fosil paus berkaki empat dengan selaput kaki yang berumur 43 juta tahun lalu.

Tonton dan berlangganan channel YouTube kami di sini

https://www.youtube.com/watch?v=Ua9KB432WXw

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel