FOTO: 1.500 Relawan Nakes - Pasien RSDC Wisma Atlet Ayunkan Angklung

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVA – Selasa, 23 Maret 2021, tepat satu tahun perjuangan RSDC Wisma Atlet Kemayoran beroperasi menangani dan melawan COVID-19. Di hari itu, pukul 16.30 WIB, para nakes, pengisi acara dan para pasien COVID-19 lainnya mengajak seluruh masyarakat Indonesia mengheningkan cipta untuk mengingat para pahlawan yang telah gugur karena COVID-19.

Dalam satu tahun tercatat 858 tenaga kesehatan gugur demi kehidupan, dan di antara mereka semua adalah orang-orang yang kita cintai.

"Saya ingin mengapresiasi, menaruh hormat yang sedalam-dalamnya, penghargaan setinggi-tingginya bagi semua tenaga kesehatan yang sudah berada di garis depan di dalam perjuangan kita melawan COVID-19," ucap Hilmar, Dirjen Kebudayaan dan Pendidikan Kemendikbud dalam sambutannya pada acara peringatan 1 tahun perjuangan melawan COVID-19 yang disiarkan di YouTube Budaya Saya, 23 Maret 2021.

"Saya tentu berharap bahwa peringatan kita di RS Darurat COVID-19 ini adalah peringatan yang pertama dan yang terakhir. Dan COVID-19 kita tahu mengenai semua orang tidak pandang usia, tidak pandang dari mana dia datang, kaya-miskin, apa pun agamanya, apa pun suku agamanya, apa pun suku bangsanya, semua terkena," kata Hilmar.

Dalam acara itu, sebanyak 1.500 relawan tenaga kesehatan hingga pasien yang berada di Wisma Atlet mengayunkan angklung sebagai peringatan terhadap tenaga kesehatan yang gugur karena COVID-19.

Pasien maupun tenaga kesehatan memainkan angklung dipandu oleh konduktor Rumah Angklung Arny Dulishaputri yang memainkan beragam lagu. Mulai dari lagu wajib nasional, Heal the World, hingga lagu yang sedang viral yaitu Terpesona.

Semua dimainkan dengan sangat indah. Dan Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, PH.D, mengatakan angklung yang dimainkan itu dibeli dari perajin angklung. Ia berharap membeli angklung dari perajin dapat membangkitkan ekonomi kreatif di tengah pandemi.

"Angklung yang sore ini dimainkan teman-teman pegang di sini adalah tanda kebersamaan, mudah dimainkan, dan di bawah bimbingan yang tepat akan meningkatkan kekompakan dan persatuan kita," ujarnya.

"Sebagai informasi, angklung ini juga kita beli dari para perajin, sehingga acara ini bukanlah foya-foya, bukan menghambur-hamburkan uang. Banyak teman-teman kita di luar sana juga menunggu ekonomi bisa bangkit kembali. Ini hanya salah satu kontribusi kecil dari kita angklung yang teman-teman pegang dibuat dari perajin yang sekarang juga susah hidupnya dan kita pengin mereka seperti kita juga akan bangkit," ujar Hilmar.

Sementara itu, Koordinator RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Rahmono berharap pasien yang sedang dirawat di Wisma Atlet dapat segera sembuh. Tugas Rahmono hanya meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada.

"Dalam peringatan 1 tahun perjuangan ini, mari kita bersatu padu bahu-membahu di antara kita petugas kesehatan, petugas nakes, dan para yang kebetulan terpapar di sini, bahu-membahu bersatu padu untuk melawan COVID-19 ini sehingga pandemi COVID-19 ini akan segera berakhir," kata Tugas Rahmono.

Laporan: Prima Nadia Rahayu