FOTO: 5 Pesepakbola dengan Spesialisasi Lemparan ke Dalam yang Mumpuni

·Bacaan 1 menit
1. Rory Delap. Gelandang Irlandia ini berkembang pesat bersama Stoke City saat ia dipinjamkan oleh Sunderland pada Oktober 2006, hingga dipermanenkan mulai musim 2007/2008. Mendapat predikat Raja Lemparan ke Dalam lewat aksi-aksinya. Sempat menjadi juara lempar lembing saat SMA. (AFP/Paul Ellis)
1. Rory Delap. Gelandang Irlandia ini berkembang pesat bersama Stoke City saat ia dipinjamkan oleh Sunderland pada Oktober 2006, hingga dipermanenkan mulai musim 2007/2008. Mendapat predikat Raja Lemparan ke Dalam lewat aksi-aksinya. Sempat menjadi juara lempar lembing saat SMA. (AFP/Paul Ellis)

1. Rory Delap. Gelandang Irlandia ini berkembang pesat bersama Stoke City saat ia dipinjamkan oleh Sunderland pada Oktober 2006, hingga dipermanenkan mulai musim 2007/2008. Mendapat predikat Raja Lemparan ke Dalam lewat aksi-aksinya. Sempat menjadi juara lempar lembing saat SMA. (AFP/Paul Ellis)

2. Matt Besler. Bek asal USA ini menghabiskan sebagian besar karirnya di Sporting Kansas City sampai dengan Desember 2020. Saat ini ia memperkuat sesama klub MLS, Austin FC. (Getty Images via AFP/Kyle Rivas)
2. Matt Besler. Bek asal USA ini menghabiskan sebagian besar karirnya di Sporting Kansas City sampai dengan Desember 2020. Saat ini ia memperkuat sesama klub MLS, Austin FC. (Getty Images via AFP/Kyle Rivas)

2. Matt Besler. Bek asal USA ini menghabiskan sebagian besar karirnya di Sporting Kansas City sampai dengan Desember 2020. Saat ini ia memperkuat sesama klub MLS, Austin FC. (Getty Images via AFP/Kyle Rivas)

3. Ryan Shotton. Saat masih berseragam Stoke City, Rory Delap sempat memujinya sebagai penerus kepiawaiannya melakukan lemparan ke dalam. Saat ini memperkuat klub Melbourne Victory di Liga Australia, setelah sebelumnya di Middlesbrough selama 3 musim dan Leek Town. (AFP/Paul Ellis)
3. Ryan Shotton. Saat masih berseragam Stoke City, Rory Delap sempat memujinya sebagai penerus kepiawaiannya melakukan lemparan ke dalam. Saat ini memperkuat klub Melbourne Victory di Liga Australia, setelah sebelumnya di Middlesbrough selama 3 musim dan Leek Town. (AFP/Paul Ellis)

3. Ryan Shotton. Saat masih berseragam Stoke City, Rory Delap sempat memujinya sebagai penerus kepiawaiannya melakukan lemparan ke dalam. Saat ini memperkuat klub Melbourne Victory di Liga Australia, setelah sebelumnya di Middlesbrough selama 3 musim dan Leek Town. (AFP/Paul Ellis)

4. Christian Fuchs. Pemain asal Austria ini sempat bermain di Schalke pada 2011 dan hijrah ke Leicester City pada 2015 dan membawa Leicester City merebut trofi Premier League musim 2015/16. Kelihaiannya melakukan lemparan ke dalam dimulai saat masih berseragam Schalke. (AFP/Oli Scarff)
4. Christian Fuchs. Pemain asal Austria ini sempat bermain di Schalke pada 2011 dan hijrah ke Leicester City pada 2015 dan membawa Leicester City merebut trofi Premier League musim 2015/16. Kelihaiannya melakukan lemparan ke dalam dimulai saat masih berseragam Schalke. (AFP/Oli Scarff)

4. Christian Fuchs. Pemain asal Austria ini sempat bermain di Schalke pada 2011 dan hijrah ke Leicester City pada 2015 dan membawa Leicester City merebut trofi Premier League musim 2015/16. Kelihaiannya melakukan lemparan ke dalam dimulai saat masih berseragam Schalke. (AFP/Oli Scarff)

5. Aron Gunnarsson. Kapten timnas Islandia ini pernah bermain untuk Coventry City dan Cardiff City. Sejak 2019, ia memperkuat klub Al-Arabi di Liga Qatar. Kemampuan hebatnya melakukan lemparan ke dalam didapat karena sempat mempelajari bola tangan saat remaja. (AFP/Kenzo Tribouillard)
5. Aron Gunnarsson. Kapten timnas Islandia ini pernah bermain untuk Coventry City dan Cardiff City. Sejak 2019, ia memperkuat klub Al-Arabi di Liga Qatar. Kemampuan hebatnya melakukan lemparan ke dalam didapat karena sempat mempelajari bola tangan saat remaja. (AFP/Kenzo Tribouillard)

5. Aron Gunnarsson. Kapten timnas Islandia ini pernah bermain untuk Coventry City dan Cardiff City. Sejak 2019, ia memperkuat klub Al-Arabi di Liga Qatar. Kemampuan hebatnya melakukan lemparan ke dalam didapat karena sempat mempelajari bola tangan saat remaja. (AFP/Kenzo Tribouillard)