FOTO: 6 Pemain Timnas Indonesia yang Tampil Buruk Kontra Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2022

·Bacaan 1 menit
Nadeo Argawinata. Kiper berusia 24 tahun ini tentu menjadi sorotan dengan 4 gol yang bersarang di gawangnya. Kebanyakan gol terjadi karena ketidaksiapannya alias kaget saat pemain Vietnam melepaskan tendangan ke gawangnya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Nadeo Argawinata. Kiper berusia 24 tahun ini tentu menjadi sorotan dengan 4 gol yang bersarang di gawangnya. Kebanyakan gol terjadi karena ketidaksiapannya alias kaget saat pemain Vietnam melepaskan tendangan ke gawangnya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Nadeo Argawinata. Kiper berusia 24 tahun ini tentu menjadi sorotan dengan 4 gol yang bersarang di gawangnya. Kebanyakan gol terjadi karena ketidaksiapannya alias kaget saat pemain Vietnam melepaskan tendangan ke gawangnya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Asnawi Mangkualam. Bek berusia 21 tahun ini awalnya diharapkan mampu membantu serangan yang menjadi kelebihan lewat akselerasinya. Yang terjadi adalah ia justru lebih banyak membantu pertahanan di sektor bek kanan, sehingga tidak ada aliran bola ke tengah. (Dok. PSSI)
Asnawi Mangkualam. Bek berusia 21 tahun ini awalnya diharapkan mampu membantu serangan yang menjadi kelebihan lewat akselerasinya. Yang terjadi adalah ia justru lebih banyak membantu pertahanan di sektor bek kanan, sehingga tidak ada aliran bola ke tengah. (Dok. PSSI)

Asnawi Mangkualam. Bek berusia 21 tahun ini awalnya diharapkan mampu membantu serangan yang menjadi kelebihan lewat akselerasinya. Yang terjadi adalah ia justru lebih banyak membantu pertahanan di sektor bek kanan, sehingga tidak ada aliran bola ke tengah. (Dok. PSSI)

Rachmat Irianto. Gelandang berusia 21 tahun ini diplot sebagai pemutus serangan Vietnam dari lini tengah. Perannya menjadi tak terlihat karena kecerdikan pemain Vietnam dengan membangun serangan melalui umpan-umpan jauh yang luput dari penjagaan para stoper Indonesia. (Bola.com/Yoppy Renato)
Rachmat Irianto. Gelandang berusia 21 tahun ini diplot sebagai pemutus serangan Vietnam dari lini tengah. Perannya menjadi tak terlihat karena kecerdikan pemain Vietnam dengan membangun serangan melalui umpan-umpan jauh yang luput dari penjagaan para stoper Indonesia. (Bola.com/Yoppy Renato)

Rachmat Irianto. Gelandang berusia 21 tahun ini diplot sebagai pemutus serangan Vietnam dari lini tengah. Perannya menjadi tak terlihat karena kecerdikan pemain Vietnam dengan membangun serangan melalui umpan-umpan jauh yang luput dari penjagaan para stoper Indonesia. (Bola.com/Yoppy Renato)

Osvaldo Haay. Pemain sayap berusia 23 tahun ini punya kelebihan lewat akselerasinya menyusur pinggir lapangan bahkan mampu mencetak gol. Akibat minimnya suplai bola ke kakinya, akselerasinya nyaris tak terlihat dan gagal pula mengirmkan umpan matang ke para striker. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Osvaldo Haay. Pemain sayap berusia 23 tahun ini punya kelebihan lewat akselerasinya menyusur pinggir lapangan bahkan mampu mencetak gol. Akibat minimnya suplai bola ke kakinya, akselerasinya nyaris tak terlihat dan gagal pula mengirmkan umpan matang ke para striker. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Osvaldo Haay. Pemain sayap berusia 23 tahun ini punya kelebihan lewat akselerasinya menyusur pinggir lapangan bahkan mampu mencetak gol. Akibat minimnya suplai bola ke kakinya, akselerasinya nyaris tak terlihat dan gagal pula mengirmkan umpan matang ke para striker. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Yakob Sayuri. Serupa dengan Osvaldo Haay, sayap berusia 23 tahun ini juga gagal menunjukkan aksi individu lewat akselerasi dan kecepatannya di sektor kiri akibat kurang mendapat supali bola dari lini tengah. (Dok. PSSI)
Yakob Sayuri. Serupa dengan Osvaldo Haay, sayap berusia 23 tahun ini juga gagal menunjukkan aksi individu lewat akselerasi dan kecepatannya di sektor kiri akibat kurang mendapat supali bola dari lini tengah. (Dok. PSSI)

Yakob Sayuri. Serupa dengan Osvaldo Haay, sayap berusia 23 tahun ini juga gagal menunjukkan aksi individu lewat akselerasi dan kecepatannya di sektor kiri akibat kurang mendapat supali bola dari lini tengah. (Dok. PSSI)

Kushedya Hari Yudo. Striker berusia 27 tahun ini juga gagal menampilkan aksi terbaiknya karena minimnya suplai bola ke kakinya. Walaupun sesekali mampu membuka ruang, namun tidak ada rekannya dari lini tengah yang maju memanfaatkan ruang yang dibukanya. (Dok. PSSI)
Kushedya Hari Yudo. Striker berusia 27 tahun ini juga gagal menampilkan aksi terbaiknya karena minimnya suplai bola ke kakinya. Walaupun sesekali mampu membuka ruang, namun tidak ada rekannya dari lini tengah yang maju memanfaatkan ruang yang dibukanya. (Dok. PSSI)

Kushedya Hari Yudo. Striker berusia 27 tahun ini juga gagal menampilkan aksi terbaiknya karena minimnya suplai bola ke kakinya. Walaupun sesekali mampu membuka ruang, namun tidak ada rekannya dari lini tengah yang maju memanfaatkan ruang yang dibukanya. (Dok. PSSI)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel