FOTO: Aksi Hari Tani Nasional Dibubarkan Paksa Polisi

·Bacaan 1 menit
Polisi membubarkan paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)
Polisi membubarkan paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Polisi membubarkan paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Polisi membubarkan paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)
Polisi membubarkan paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Polisi membubarkan paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Polisi membawa paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)
Polisi membawa paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Polisi membawa paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Polisi membawa paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)
Polisi membawa paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Polisi membawa paksa peserta aksi tolak monopoli tanah dan pangan di depan Gedung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9/2021). Aksi memperingati Hari Tani Nasional 2021 dan merespons KTT UN-FSS yang membahas sistem pangan itu berakhir ricuh dan dibubarkan paksa polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel