FOTO: Aksi Menuntut Hak Udara Bersih

·Bacaan 1 menit
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Pada aksinya mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Pada aksinya mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Pada aksinya mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Pada aksinya mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Pada aksinya mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Pada aksinya mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota melakukan aksi sebelum sidang pembacaan putusan gugatan terkait polusi udara di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021). Mereka menuntut pemerintah bisa mengendalikan polusi udara Jakarta dan sekitarnya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Suasana sidang dengan agenda pembacaan putusan gugatan polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (16/9/2021). Gugatan polusi udara dengan 32 orang penggugat dengan nama Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koaslisi Semesta (Ibu Kota). (merdeka.com/Imam Buhori)
Suasana sidang dengan agenda pembacaan putusan gugatan polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (16/9/2021). Gugatan polusi udara dengan 32 orang penggugat dengan nama Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koaslisi Semesta (Ibu Kota). (merdeka.com/Imam Buhori)

Suasana sidang dengan agenda pembacaan putusan gugatan polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (16/9/2021). Gugatan polusi udara dengan 32 orang penggugat dengan nama Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koaslisi Semesta (Ibu Kota). (merdeka.com/Imam Buhori)

Suasana sidang dengan agenda pembacaan putusan gugatan polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (16/9/2021). Dalam amar putusannya, hakim menyatakan pemerintah selaku tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. (merdeka.com/Imam Buhori)
Suasana sidang dengan agenda pembacaan putusan gugatan polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (16/9/2021). Dalam amar putusannya, hakim menyatakan pemerintah selaku tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. (merdeka.com/Imam Buhori)

Suasana sidang dengan agenda pembacaan putusan gugatan polusi udara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (16/9/2021). Dalam amar putusannya, hakim menyatakan pemerintah selaku tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. (merdeka.com/Imam Buhori)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel