FOTO: Aktivitas Krematorium Saat Gelombang Kedua Corona di India

·Bacaan 1 menit
Seorang staf meletakkan karangan bunga sebelum kremasi korban COVID-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari itu kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Seorang staf meletakkan karangan bunga sebelum kremasi korban COVID-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari itu kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Seorang staf meletakkan karangan bunga sebelum kremasi korban COVID-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari itu kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Staf memeriksa tumpukan kayu yang terbakar dari korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). India sekarang menjadi negara terparah kedua di dunia setelah AS, dengan kasus baru lebih dari 200.000 infeksi baru setiap hari selama sepekan terakhir. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Staf memeriksa tumpukan kayu yang terbakar dari korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). India sekarang menjadi negara terparah kedua di dunia setelah AS, dengan kasus baru lebih dari 200.000 infeksi baru setiap hari selama sepekan terakhir. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Staf memeriksa tumpukan kayu yang terbakar dari korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). India sekarang menjadi negara terparah kedua di dunia setelah AS, dengan kasus baru lebih dari 200.000 infeksi baru setiap hari selama sepekan terakhir. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Seorang anggota keluarga (kiri) berdiri di samping tumpukan kayu korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India tengah menghadapi ‘badai’ virus COVID-19 yang mengacaukan sistem kesehatan negara itu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Seorang anggota keluarga (kiri) berdiri di samping tumpukan kayu korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India tengah menghadapi ‘badai’ virus COVID-19 yang mengacaukan sistem kesehatan negara itu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Seorang anggota keluarga (kiri) berdiri di samping tumpukan kayu korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India tengah menghadapi ‘badai’ virus COVID-19 yang mengacaukan sistem kesehatan negara itu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Kerabat dan keluarga membawa jenazah korban virus corona untuk dikremasi di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari itu kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Kerabat dan keluarga membawa jenazah korban virus corona untuk dikremasi di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari itu kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Kerabat dan keluarga membawa jenazah korban virus corona untuk dikremasi di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari itu kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Staf meletakkan kayu bakar di atas tumpukan kayu korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). India sekarang menjadi negara terparah kedua di dunia setelah AS, dengan kasus baru lebih dari 200.000 infeksi baru setiap hari selama sepekan terakhir. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Staf meletakkan kayu bakar di atas tumpukan kayu korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). India sekarang menjadi negara terparah kedua di dunia setelah AS, dengan kasus baru lebih dari 200.000 infeksi baru setiap hari selama sepekan terakhir. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Staf meletakkan kayu bakar di atas tumpukan kayu korban Covid-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). India sekarang menjadi negara terparah kedua di dunia setelah AS, dengan kasus baru lebih dari 200.000 infeksi baru setiap hari selama sepekan terakhir. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Seorang kerabat korban Covid-19 (kiri) memberikan penghormatan sebelum kremasi di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India tengah menghadapi ‘badai’ virus COVID-19 yang mengacaukan sistem kesehatan negara itu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Seorang kerabat korban Covid-19 (kiri) memberikan penghormatan sebelum kremasi di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India tengah menghadapi ‘badai’ virus COVID-19 yang mengacaukan sistem kesehatan negara itu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Seorang kerabat korban Covid-19 (kiri) memberikan penghormatan sebelum kremasi di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis (22/4/2021). Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India tengah menghadapi ‘badai’ virus COVID-19 yang mengacaukan sistem kesehatan negara itu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)