FOTO: BLT untuk Pedagang Kali Lima dan Warung Makan

·Bacaan 1 menit
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pembeli antre membeli dagangan PKL di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pembeli antre membeli dagangan PKL di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pembeli antre membeli dagangan PKL di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pedagang kaki lima (PKL) melayani pembeli di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang kaki lima (PKL) melayani pembeli di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pedagang kaki lima (PKL) melayani pembeli di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pemebeli makan satai yang dijual PKL di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemebeli makan satai yang dijual PKL di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pemebeli makan satai yang dijual PKL di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Pasar Lama Tangerang, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1,2 juta PKL dan pemilik warteg dengan total Rp 1,2 triliun pada pekan depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel