Foto: Cantiknya Duma Riris dan Gantengnya Judika Berbusana Pengantin

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Heribertus Irwan Wahyu Kintoko

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Judika tampak ganteng, demikian juga Duma Riris Silalahi tampak cantik, saat keduanya berbalut busana pengantin.

Mereka kompak fittting baju pengantin, dan serasi!

Judika Nalon Abadi Sihotang (34) alias Judika memang tidak hanya siap berdiri diatas pelaminan usai mengucapkan janji sehidup-semati dengan Duma Riris Silalahi (29) di Balige, Sumatera Utara, 31 Agustus 2013. Judika punya agenda sendiri.

"Gue bakalan menyanyi juga diatas pelaminan nanti," kata Judika disela melakukan 'fitting' jas pengantinnya di Brutus Rumah Mode, Mal Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2013) sore.

Sebuah single baru berjudul 'Sampai Akhir' akan dinyanyikan Judika setelah resmi menikahi Duma. Saat menikah itu, Judika juga memanfaatkannya untuk merilis single-nya itu, sekaligus merayakan ulang-tahunnya ke-35.

Amin Brutus, pemilik Brutus Rumah Mode, tahu keinginan vokalis Mahadewa tersebut. Didalam rancangan jas pengantinnya yang serba hitam dan rompi emas/hitam, Amin membuatkan jas pengantin seusai jiwa Judika yang 'nge-rock' itu.

"Saya sengaja membuatkan jas pengantin untuk Judika memang bukan jas formal," kata Amin yang memasangkan sebuah dasi warna emas muda pada jas pengantin Judika. Uniknya, Amin membebaskan Judika memakai sepatu 'boot'.

Duma dan Judika melangsungkan pemberkatan pernikahan mereka di Balige, Sumatera Utara, 31 Agustus 2013. Saat menikah, usia Judika tepat 35 tahun. Pernikahan dengan Duma akan jadi kado ulang-tahun terindah dalam hidup Judika.

Selang seminggu kemudian, 7 September 2013, Duma dan Judlka menggelar resepsi pernikahan di Taman Bunga, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Baca Juga:

Alasan Hamil, Artis Ini Puasanya Cuma Setengah Hari Doang

Foto: Perbaikan Jalur Mudik, Mengapa Selalu Mendadak Dangdut?

Jero Wacik Jamin Konvensi Capres Demokrat Berlangsung Demokratis

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.