FOTO: Dalam Debu dan Panas, Wanita Chad Hancurkan Kerikil untuk Penuhi Kebutuhan

·Bacaan 1 menit
Seorang wanita menghancurkan kerikil untuk dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah tempat dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)
Seorang wanita menghancurkan kerikil untuk dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah tempat dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Seorang wanita menghancurkan kerikil untuk dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah tempat dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Idjele (kanan), 38, dan bibinya yang sudah tua duduk di antara batu untuk dihancurkan dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)
Idjele (kanan), 38, dan bibinya yang sudah tua duduk di antara batu untuk dihancurkan dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Idjele (kanan), 38, dan bibinya yang sudah tua duduk di antara batu untuk dihancurkan dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Seorang penghancur kerikil menggendong anaknya di antara lempengan dan batu yang lebih kecil dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)
Seorang penghancur kerikil menggendong anaknya di antara lempengan dan batu yang lebih kecil dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Seorang penghancur kerikil menggendong anaknya di antara lempengan dan batu yang lebih kecil dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Sebuah gerobak digulingkan dan diguncang untuk melepaskan setiap batu kecil oleh penghancur kerikil di sebuah tempat dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)
Sebuah gerobak digulingkan dan diguncang untuk melepaskan setiap batu kecil oleh penghancur kerikil di sebuah tempat dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Sebuah gerobak digulingkan dan diguncang untuk melepaskan setiap batu kecil oleh penghancur kerikil di sebuah tempat dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Habiba (ketiga kanan), penghancur kerikil berusia 50-60 tahun, dan Idjele (tengah), 38, memilih lempengan batu dari gerobak dekat Cite International des Affaires di N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)
Habiba (ketiga kanan), penghancur kerikil berusia 50-60 tahun, dan Idjele (tengah), 38, memilih lempengan batu dari gerobak dekat Cite International des Affaires di N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Habiba (ketiga kanan), penghancur kerikil berusia 50-60 tahun, dan Idjele (tengah), 38, memilih lempengan batu dari gerobak dekat Cite International des Affaires di N'Djamena, Chad, 12 April 2021. Dalam debu dan panas, wanita Chad menghancurkan kerikil untuk memenuhi kebutuhan. (MARCO LONGARI/AFP)

Sebuah truk menurunkan batu dan bahan konstruksi sisa lainnya yang digunakan oleh para wanita untuk dihancurkan menjadi kerikil dan dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah lokasi dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. (MARCO LONGARI/AFP)
Sebuah truk menurunkan batu dan bahan konstruksi sisa lainnya yang digunakan oleh para wanita untuk dihancurkan menjadi kerikil dan dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah lokasi dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. (MARCO LONGARI/AFP)

Sebuah truk menurunkan batu dan bahan konstruksi sisa lainnya yang digunakan oleh para wanita untuk dihancurkan menjadi kerikil dan dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah lokasi dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. (MARCO LONGARI/AFP)

Sebuah truk menurunkan batu dan bahan konstruksi sisa lainnya yang digunakan oleh para wanita untuk dihancurkan menjadi kerikil dan dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah lokasi dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. (MARCO LONGARI/AFP)
Sebuah truk menurunkan batu dan bahan konstruksi sisa lainnya yang digunakan oleh para wanita untuk dihancurkan menjadi kerikil dan dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah lokasi dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. (MARCO LONGARI/AFP)

Sebuah truk menurunkan batu dan bahan konstruksi sisa lainnya yang digunakan oleh para wanita untuk dihancurkan menjadi kerikil dan dijual sebagai pelengkap beton murah di sebuah lokasi dekat Cite International des Affaires, N'Djamena, Chad, 12 April 2021. (MARCO LONGARI/AFP)