FOTO: Denyut Kampung Cina Benteng

·Bacaan 2 menit
Warga melintas di depan Klenteng Tjong Tek Bio, Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Kehidupan masyarakat Cina Benteng di Tangerang diawali dari berlabuhnya nenek moyang mereka di Teluk Naga pada 1407 yang dipimpin oleh Chen Ci Lung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga melintas di depan Klenteng Tjong Tek Bio, Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Kehidupan masyarakat Cina Benteng di Tangerang diawali dari berlabuhnya nenek moyang mereka di Teluk Naga pada 1407 yang dipimpin oleh Chen Ci Lung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga melintas di depan Klenteng Tjong Tek Bio, Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Kehidupan masyarakat Cina Benteng di Tangerang diawali dari berlabuhnya nenek moyang mereka di Teluk Naga pada 1407 yang dipimpin oleh Chen Ci Lung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga lansia melintas di depan gerbang Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Cina Benteng adalah sebutan untuk komunitas Tionghoa di Tangerang yang penampilan fisiknya sudah tak tampak seperti orang Cina. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga lansia melintas di depan gerbang Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Cina Benteng adalah sebutan untuk komunitas Tionghoa di Tangerang yang penampilan fisiknya sudah tak tampak seperti orang Cina. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga lansia melintas di depan gerbang Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Cina Benteng adalah sebutan untuk komunitas Tionghoa di Tangerang yang penampilan fisiknya sudah tak tampak seperti orang Cina. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Anak-anak bermain di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Nama 'benteng' merujuk pada benteng Belanda yang mengelilingi daerah tersebut pada tahun 1684. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Anak-anak bermain di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Nama 'benteng' merujuk pada benteng Belanda yang mengelilingi daerah tersebut pada tahun 1684. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Anak-anak bermain di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Nama 'benteng' merujuk pada benteng Belanda yang mengelilingi daerah tersebut pada tahun 1684. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga menjala ikan di Sungai Cisadane, Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Dahulu, hampir 90 persen masyarakat Cina Benteng berada di bawah garis kemiskinan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga menjala ikan di Sungai Cisadane, Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Dahulu, hampir 90 persen masyarakat Cina Benteng berada di bawah garis kemiskinan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga menjala ikan di Sungai Cisadane, Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Dahulu, hampir 90 persen masyarakat Cina Benteng berada di bawah garis kemiskinan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Aktivitas warga di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Kini, Kampung Tehyan perlahan berkembang modern meski masih ada beberapa warga yang tinggal di rumah semipermanen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Aktivitas warga di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Kini, Kampung Tehyan perlahan berkembang modern meski masih ada beberapa warga yang tinggal di rumah semipermanen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Aktivitas warga di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Kini, Kampung Tehyan perlahan berkembang modern meski masih ada beberapa warga yang tinggal di rumah semipermanen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Potret Liem On Nie (86) saat ditemui di rumahnya di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Lim On Nie mengungkapkan hingga kini masyarakat di Kampung Tehyan mayoritas memeluk agama Konghucu dan Buddha meski beberapa warga pindah agama. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Potret Liem On Nie (86) saat ditemui di rumahnya di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Lim On Nie mengungkapkan hingga kini masyarakat di Kampung Tehyan mayoritas memeluk agama Konghucu dan Buddha meski beberapa warga pindah agama. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Potret Liem On Nie (86) saat ditemui di rumahnya di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Lim On Nie mengungkapkan hingga kini masyarakat di Kampung Tehyan mayoritas memeluk agama Konghucu dan Buddha meski beberapa warga pindah agama. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Anak-anak bermain di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Saat ini, Kampung Tehyan dikenal sebagai salah satu alternatif wisata budaya Tionghoa yang ditunjuk Pemkot Tangerang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Anak-anak bermain di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Saat ini, Kampung Tehyan dikenal sebagai salah satu alternatif wisata budaya Tionghoa yang ditunjuk Pemkot Tangerang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Anak-anak bermain di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Saat ini, Kampung Tehyan dikenal sebagai salah satu alternatif wisata budaya Tionghoa yang ditunjuk Pemkot Tangerang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Mpe Goyong saat memainkan alat musik Tehyan buatannya di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Seni kebudayaan yang terkenal di kampung ini adalah Tehyan atau alat musik dawai tradisional Cina. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Mpe Goyong saat memainkan alat musik Tehyan buatannya di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Seni kebudayaan yang terkenal di kampung ini adalah Tehyan atau alat musik dawai tradisional Cina. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Mpe Goyong saat memainkan alat musik Tehyan buatannya di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Seni kebudayaan yang terkenal di kampung ini adalah Tehyan atau alat musik dawai tradisional Cina. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ornamen khas Cina dengan patung dewa menghiasi salah satu rumah warga di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Di kampung ini terdapat Klenteng Tjong Tek Bio yang telah berusia 199 tahun dan menjadi ikon Kampung Tehyan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Ornamen khas Cina dengan patung dewa menghiasi salah satu rumah warga di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Di kampung ini terdapat Klenteng Tjong Tek Bio yang telah berusia 199 tahun dan menjadi ikon Kampung Tehyan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ornamen khas Cina dengan patung dewa menghiasi salah satu rumah warga di Kampung Tehyan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Di kampung ini terdapat Klenteng Tjong Tek Bio yang telah berusia 199 tahun dan menjadi ikon Kampung Tehyan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)