Foto-Foto Marikana Rusak Citra Kepolisian

Johannesburg (AFP/ANTARA) – Kepolisian mungkin dirusak dengan adanya bukti yang menunjukkan bahwa para petugasnya menembak mati 34 pekerja tambang yang melakukan aksi mogok di sebuah tambang platina Afrika Selatan pada Agustus, ujar para pengacara pada Senin saat menyelidiki foto-foto di tempat kejadian.


Beberapa hasil foto yang diambil setelah penembakan di pertambangan raksasa platina, Marikana Lonmin, menunjukkan sebuah jasad dengan pisau daging di sampingnya. Sebuah gambar mengenai jasad yang sama di ambil beberapa jam sebelumnya, yang menunjukkan tidak adanya senjata.


“Bukti tersebut dengan jelas menunjukkan terdapat sedikitnya sebuah kasus dengan bukti yang otentik bahwa terdapat adanya sebuah upaya untuk menggagalkan putusan keadilan,” ujar pengacara George Bizos yang dikutip oleh kantor berita SAPA.


Seorang pengacara untuk pihak kepolisian mengatakan bahwa komisaris polisi Riah Phiyega melancarkan sebuah penyelidikan untuk menetapkan kebenaran dari foto-foto tersebut, segera setelah mereka menyerahkannya kepada komisi dua pekan lalu.


Pembunuhan 34 pekerja tambang pada 16 Agustus di Marikana saat terjadi unjuk rasa ilegal terkait upah yang mengejutkan Afrika Selatan dan dunia, mengingatkan pada era-apartheid yang brutal.


Awal penyelidikan dilakukan di kota pertambangan platina sebelah barat laut, Rustenburg, para pengacara mengatakan bahwa sedikitnya 14 pekerja tambang ditembak dari belakang, menyiratkan bahwa mereka ditembak mati saat melarikan diri dari polisi.


Penyelidikan yudisial, dilancarkan oleh Presiden Jacob Zuma segera setelah pembantaian tersebut, yang diperkirakan akan disimpulkan pada Januari. (dh/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.