Foto-foto Ribuan Orang Tanpa Celana di Stasiuan Kereta Api


TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Ribuan orang tak bercelana berkumpul di Stasiun KA New York, Minggu (8/1/2012) sore. Sejumlah kota besar termasuk London, New York, Washington, Mexico City dan Tel Aviv, ambil bagian dalam agenda yang diprakarsai Improv Everywhere.

Sebagaimana dikutip dari Daily News, seluruh penumpang bersedia dilucuti pakaiannya dari pinggang ke bawah. Mereka akhirnya berada di stasiun kereta hanya mengenakan kemeja, sepatu dan tanpa celana. Acara ini merupakan ajang tahunan yang diadakan oleh Improv Everywhere setiap Januari di Kota New York.

Lebih lanjut, satu-satunya persyaratan adalah untuk bertindak acuh tak acuh alias cuek, seperti membaca, mendengarkan musik di iPod. Namun ada pula yang berkomunikasi dengan sesama penumpang.

Improv Everywhere memulai kegiatan unik lagi "jahil" dengan nama "Tak Kenakan Celana saat di Subway di New York 10 tahun lalu. "Biasanya saat itu situasi sosial canggung atau tidak biasa," demikian ditulis dalam situs web Improv Everywhere.

"Tujuannya adalah agar semua orang dapat tertawa, dan tidak memiliki agenda politik di dalam kegiatan ini," tegas para pemrakarsa dari Improv Everywhere.

Dari kisah sejarah awalnya, misi ini dimulai sebagai sebuah lelucon kecil dengan tujuh orang pelakunya. Dan kini kegiatan ini telah tumbuh menjadi sebuah perayaan kekonyolan internasional, dengan puluhan kota di seluruh dunia berpartisipasi setiap tahun.

Motivasinya, tulis Improv Everywhere, para peserta berperilaku seolah-olah mereka tidak mengenal satu sama lain. Pada tahun kesepuluh ini, seperti diungkapkan Improv Everywhere, sebanyak 3.500 orang berpartisipasi dalam kegiatan ini di New York dan ribuan lainnya di 48 kota di seluruh dunia.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.